-->

Produk Pilihan

Kesing

Produk Terbaru

Perjuangan Karo Memang Berliku-Liku

Publikasi 8 Februari 2019

Karo Gaul - Di postingan Edi Sembiring Meliala mengenai 2 media Karo yang terbit sebelum Kemerdekaan RI, disebutkan:
" ....Koran Bintang Karo sangat menentang kolonial Belanda. Beberapa tulisannya selalu mengajak masyarakat untuk menentang penjajahan oleh kolonial Belanda .... Pemilik Koran Bintang Karo adalah Sampoeran Manik. Pemimpin Redaksi adalah Mahat Singarimboen. Diterbitkan di Berastagi .... Koran Pandji Karo sangat kuat tentang Adat Karo. Pandji Karo bersikeras untuk mempertahankan adat dari pengaruh masuknya agama baru dan perkembangan jaman ...."
Ada satu hal menarik dari kutipan itu. Pemimpin redaksi dari Bintang Karo itu bernama MAHAT SINGARIMBOEN yang tak ada lain adalah abangnya Alm. Prof. Dr. Masri Singarimbun (ayah mereka dikenal dengan Pa Mahat). Ayah mereka itulah yang mendirikan sekolah di Tiganderket, Sekolah Rakyat.
Menurut informasi dari kalangan keluarga, kebetulan saya masih keluarga dekat dengan keluarga ini, hubungan kekeluargaan mereka yang dekat pulalah dengan Sibayak Lingga yang memungkinkan Pa Mahat mendirikan Sekolah Rakyat yang ke dua di Dataran Tinggi Karo setelah SR Raya didirikan oleh Pdt. J.H. Neumann.
Beberapa tahun lalu saya berbincang-bincang dengan mama Masri Singarimbun di Lona Garden, Medan, sekalian memintanya sebagai penguji tamu untuk mahasiswa bimbingan saya yang menulis skripsi mengenai Pemukiman Masyarakat Terasing di Kuta Kendit (Liang Melas, Karo). Saat itu dia bercerita riwayat namanya. Orang-orang Karo menyebut namanya Matahari, padahal sebenarnya, katanya, Matah Ari. Dia lahir saat ayahnya menyembunyikan diri dari pengejaran Belanda.
Dia bercerita pula sedang menulis buku mengenai Pa Garamata (tak lama kemudian bukunya diterbitkan oleh Yayasan Merga Silima, Jakarta). Esoknya saya sampaikan berita ini ke bengkila Payung Bangun (Pa Berontak). Dia tercenung lama menatap langit-langit rumahnya. Menurut perasaanku dia seperti hendak menangis tapi seolah pantang baginya untuk menangis haru (Pa Garamata adalah ayahnya).
Dengan suara serak dan berat dia berkata kemudian: "Saya salut pada Masri. Semua orang menduga saya dan pasukan saya yang membunuh ayahnya semasa Revolusi Sosial. Padahal tidak sama sekali. Saat itu, saya berada di Tapanuli Selatan melaksanakan perintah dari pusat untuk melucuti pasukan Maraden Pangabean (di Rezim Soharto sempat menjadi Menko Polkam, red.)."
Tentu lebih aneh lagi, bagi saya, mengapa Pa Mahat Singarimboen menjadi korban Revolusi Sosial? Menurut komentar tentang Koran Bintang Karo itu, koran yang dibesut oleh Mahat Singarimboen itu mengajak Rakyat Karo untuk melawan penjajahan. Berarti menentang Belanda. Sedangkan korban Revolusi Sosial yang disampaikan kepada kita lewat buku-buku adalah yang memihak Belanda dan berusaha mempertahankan sistim feodalisme.
Kalau hanya dari buku-buku dan terus bolak balik ke buku, kisah saya ini tak akan pernah saudara-saudara dengar. Sekarang saja mungkin kam berkata dalam hati: "Kai kin lang nim?"
Serie tulisan saya yang baru (sedang mengolah pendahuluannya) akan membahas asal usul cara berpikir kita sekarang ini mengenai Karo. Apakah kita tetap bertahan dengan kisah-kisah yang seolah sudah menjadi undang-undang tentang Sejarah Karo tau kita tidak malas untuk memulai awal MENGEKSPLORASI Karo lagi?
Mari kita EKSPLORASI pikiran-pikiran yang kita anut sekarang ini. Sejarah Karo sudah belangsung secara berliku-liku.
SALAM RETHINKING KARO SOCIETY

Artikel ini telah tayang di Group Facebook : Jamburta Merga Silima dengan judul "Perjuangan Karo Memang Berliku-Liku".
Penulis : Juara R Ginting
Sumber tambahan : karosiadi.com
Foto by :@riccojefriginting

Artikel

Baca Artikel Lainnya

Review Product

Dompet & Jam Custom

Pesan Sekarang : Klik Disini

Reseller Karo gaul

Join Sekarang : Klik Disini

Artikel

Jasa Pengiriman
Bank Transfer
Copyright © 2020 |Karo Gaul
%0
%100
%17
%20
%25
%30
%40
%50
%60
+0
+100
+1000
+10000
+10500
+12000
+150
+1600
+200
+2000
+250
+300
+3100
+350
+400
+4000
+50
+500
+550
$0
$100000
$12000
$120000
$1200000
$1400000
$150000
$1520000
$185000
$198000
$20000
$200000
$240000
$2400000
$250000
$2520000
$260000
$280000
$300000
$350000
$3600000
$40000
$400000
$42000
$440000
$50000
$500000
$52000
$60000
$600000
$70000
$700000
$750000
$800000
Alat Cuci Motor
APD
artikel
batak news
brando mamana
disinfektan
dompet
dompet custom
Face Shield
Hand Sanitizer
Helm
Helm Gaul
islam
Jaket
Jaket Karo
jam
jam custom
kampus
kaos
Kaos Karo
karo artis
karo gaul
karo gokil
karo islam
karo kuliner
karo news
karo puisi
karo sejarah
karo sumatera
karo unik
karo wisata
KBB
Kesing
Kesing Batak
Kesing Batik
Kesing Jawa
Kesing Karo
Kesing Simalungun
Kesing Toraja
Kesing uang
kolom
kurma
madu
makanan
masker
masker corona
masker custom
masker hijab
masker karo
masker scuba
maskes custom
minum
Minyak Karo
Mug
Mug & Tumbler
news
Photobook
Photobook Karo
Polaroid
pop socket
powerbank
powerbank batak
powerbank karo
produk
Promo
Q&A
Reseller
singgamanik
tiger karo
Topi
topi coronar
Topi Karo
tumbler
Tumbuk lada
video
vintage
viral