Produk Pilihan

Photobook

Produk Terbaru

Mengapa Bank Indonesia tidak mencetak uang banyak untuk dibagikan ke rakyat miskin agar mereka menjadi kaya?

Publikasi 12 January 2020
Karogaul.com - Dengarkan kisah Paman Gober alias Scrooge McDuck berikut ini :
Paman Gober sedang mencangkul di kebunnya, sedang Donal dan keponakannya bekerja menyiangi gulma di perkebunan sayur, milik Paman Gober juga. Paman Gober ini pelit sekali, walau sudah kaya, masih mau bekerja.
Saat bekerja, tiba- tiba mereka mendengar sesuatu, gemuruh ! Mereka mendongak dan melihat tornado menggulung gudang uang Paman Gober, mengangkat isinya di angkasa Kota Bebek. Dalam hitungan detik, berhamburanlah seluruh isi gudang, dan terjadilah hujan uang di Kota Bebek.
“Aku kaya,” orang- orang di Kota Bebek menangis kegirangan, mereka berebut memungut uang yang berjatuhan dari langit. “Aku tidak akan pernah mau bekerja lagi!” Donald dan keponakannya, meninggalkan kebun sayur untuk mengejar bagiannya.
“Hmmm”, gumam Gober, yang terus mencangkul di kebunnya, “Mereka akan kembali.”
Orang-orang berbondong- bondong meninggalkan pekerjaan mereka dan buru-buru berbelanja, untuk menikmati kekayaan baru mereka. Satu ke showroom untuk membeli mobil baru. “Saya tidak perlu menjual mobil lagi,” teriak si penjual ke para pembelinya, “Aku sudah kaya!”
Lainnya berbaris di stasiun kereta api untuk pergi pada liburan impian mereka. (Ini masih tahun 1950-an ) Tapi kereta tidak berjalan, semua pekerja perusahaan kereta api memberhentikan diri. Dan mengapa mereka harus bekerja lagi ? Para karyawan pekerja perusahaan kereta api sudah kaya, mereka sudah punya banyak uang mendadak. Mereka tidak merasa perlu bekerja lagi.
“Hmmm”, gumam Gober, yang terus mencangkul.
Segera toko kosong dan orang-orang yang berkeliaran di jalanan dengan jutaan dolar di saku mereka dan terlihat bingung di wajah mereka. Donal dan keponakannya kembali ke peternakan, lapar dan kecewa, mereka mengambil cangkul yang mereka tinggalkan.
Selang beberapa hari kemudian rumor mulai muncul lewat kerumunan. “Ada sebuah peternakan di pinggir Kota Bebek yang masih tumbuh makanan!”
“Bersiaplah,” Gober memperingatkan keponakannya.
Ratusan orang berbaris di peternakan, uang mengepal di tangan mereka, berdiri di depan tanda yang menyatakan (tahun 1950-an dolar) “semangka @ $ 100,” “Wortel $ 75 per tandan,” “Telur 1 dus @ $ 50”.
Akhirnya, semua kembali normal. Orang-orang dari Kota Bebek kembali ke pekerjaan dan isi Gudang Uang Paman Gober kembali.
Menarik bukan nasehat kekayaan dari Paman Gober? Jadi yang disebut kaya raya tajir melintir itu adalah orang yang:
  1. 1. Memiliki kemampuan memutar modal (kapital) dengan volume dan kecepatan tinggi
  2. 2. Mampu mengendalikan volume dan kecepatan tersebut
Orang kaya raya tajir melintir bisa jadi enggan 'memiliki' barang-barang yang terlihat wah mewah namun cuma berfungsi sebagai beban (dipajaki, perawatan, kerusakan) dan bukan menjadi aset yang fungsinya untuk melakukan poin 1 dan 2 di atas.
Paman Gober adalah personal fiksi yang memiliki gabungan antara pekerja keras dan pekerja cerdas, dia digambarkan pelit karena itu pandangan Donal yang 'sukar' untuk tidak disebut pemalas dan pemarah. Paman adalah sosok penuh etos kerja dan kecerdasan finansial, bagus buat bahan edukasi literasi keuangan.
Lalu kenapa ada yang 'lebih miskin'? Ya karena tidak memiliki kapasitas untuk poin 1 dan 2 di atas. Jika mendapat uang kartal selembar dua lembar, kuota piutang itu langsung dibelanjakan buat hidup, bahkan seringkali masih kurang. Jikalaupun ada lebihan, paling bisa ditabung dan nilai kuitansi (uang kartal) itu berkurang lebih cepat daripada pertumbuhan ekonominya. Seringkali bahkan uang yang ditabung, lalu diinvestasikan ke pihak lain dan tertipu (duh!), lihat First Travel, Memiles, dan mode-mode investasi tipuan lain, ya karena investasi pun butuh berlatih (latihan tertipu), layaknya Paman Gober yang sudah makan pahit manis asam garam berinvestasi ke usahanya sendiri.
Lalu buat poin bank sentral, kenapa tidak mencetak uang sebanyak-banyaknya? Ini maksudnya uang kartal bukan? Jawabnya: karena jelas akan membebani kinerja bank sentral sendiri, karena uang beredar itu berada di posisi pasiva bank sentral.
Lihat neraca di atas, di sebelah kanan kan? Uang kartal ini kasarnya bisa disebut kuitansi atau nota piutang, siapa pemilik hutangnya? Ya bank sentral. Siapa pemilik tagihan piutang? Ya Kamu yang lagi pegang 20 ribuan IDR itu. Dan sebagai kuitansi, fungsi dasarnya adalah sebagai alat tukar perdagangan, terlalu optimis kalau disebut sebagai 'alat penyimpan kekayaan', dilihat dari neraca dasar di atas.
Jadi, orang kaya adalah orang yang bisa memutar uang kartal dalam volume besar dan kecepatan tinggi, melibatkan banyak orang sehingga mereka ikut kecipratan, dan terus menerus memutar uang tersebut. Menahan uang berarti juga di sisi lain menciptakan kemiskinan, kenapa bisa? Ya bisa jadi uang selembar 20 ribuan itu bisa menghidupi pedagang cendol dawet atau pecel lele di sisi lain, dan bikin mereka bisa beli modal serta dapat marjin buat bayar listrik dan beli beras di rumah.
Terima kasih.
Catatan Kaki

Artikel

Baca Artikel Lainnya

Review Product

Photobook Karo

Tempah Album Foto Kamu di Karo Gaul
Pesan Photobook Karo : Disini

HYPE GAUL

Artikel

Jasa Pengiriman
Bank Transfer
Copyright © 2020 |Karo Gaul
%100
%17
%20
%25
%30
%40
%50
+0
+100
+300
+350
+50
+500
$100000
$150000
$20000
$200000
$240000
$250000
$300000
$700000
artikel
batak news
brando mamana
Helm
Helm Gaul
islam
Jaket
Jaket Karo
kampus
kaos
Kaos Karo
karo artis
karo gaul
karo gokil
karo islam
karo kuliner
karo news
karo puisi
karo sejarah
karo sumatera
karo unik
karo wisata
KBB
Kesing
Kesing Batak
Kesing Karo
Kesing Simalungun
Kesing Toraja
kolom
Minyak Karo
Mug
Mug Karo
news
Photobook
Photobook Karo
pop socket
produk
Promo
Q&A
Reseller
singgamanik
tiger karo
Topi
Topi Karo
Tumbuk lada
video
viral