Daud Yordan mengaku siap bertarung dengan Theodorus Ginting (Singa Karo)

Petinju juara dunia asal Indonesia, Daud Yordan, menyatakan kesiapan dirinya apabila rencana pertarungan melawan petarung Mixed Martial Arts (MMA), Theodorus Ginting, benar-benar direalisasikan. Wacana duel lintas cabang ini sebelumnya mencuat ke publik setelah disampaikan oleh promotor Daud, Urgyen Rinchen Sim.
Alih-alih merasa tertekan, Daud justru menyambut positif gagasan tersebut. Petinju asal Ketapang, Kalimantan Barat, itu menilai pertarungan antara petinju dan petarung MMA berpotensi menghadirkan tontonan menarik sekaligus memberi warna baru bagi industri olahraga tarung di Indonesia.
Peluang Realisasi Dinilai Cukup Terbuka
Menurut Daud, peluang untuk mewujudkan duel ini cukup besar. Ia menyebut pihaknya telah membuka ruang komunikasi dengan kubu Theodorus Ginting maupun komunitas MMA untuk duduk bersama membahas kemungkinan tersebut. Terlebih, olahraga MMA saat ini tengah mengalami lonjakan popularitas di Indonesia.
“Saya pribadi sangat mengapresiasi pernyataan promotor saya, Pak Simon,” ujar Daud, seperti dikutip dari Media Indonesia, Selasa (26/11/2019).
Ia menambahkan bahwa pertarungan antara atlet tinju dan MMA bukan hal yang mustahil. Contohnya, duel antara Floyd Mayweather Jr dan Conor McGregor yang pernah digelar pada Agustus 2017 lalu dan sukses menarik perhatian dunia.
Keputusan Ada di Manajemen
Meski demikian, Daud menegaskan bahwa realisasi pertandingan tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan manajemen dan promotor. Sebagai atlet, ia memilih fokus menjalani latihan dan menjaga kondisi fisik.
“Semuanya sangat mungkin terjadi. Tapi untuk urusan teknis dan manajemen tentu ada di tangan manajemen. Tugas saya hanya berlatih dan siap bertanding,” ujar Daud.
Masih Butuh Proses Panjang
Sementara itu, Urgyen Rinchen Sim menyampaikan bahwa publik perlu bersabar jika berharap duel Daud Yordan kontra Theodorus Ginting benar-benar terwujud. Menurutnya, wacana ini membutuhkan proses yang tidak singkat, mulai dari perencanaan hingga pengemasan pertandingan.
Ia juga menekankan bahwa respons dan minat masyarakat akan sangat menentukan kelanjutan rencana tersebut.
“Untuk ke arah pertandingan tentu butuh proses panjang. Kami dan komunitas MMA juga punya hubungan baik. Kalau memang ada kebutuhan dan bisa dikemas menjadi tontonan yang menarik, tentu akan kami pertimbangkan,” kata Simon.