Edy Rahmayadi : Pembangunann Jembatan Layang Medan - Berastagi Akan Segera Dimulai

Bupati Karo Terkelin Brahmana menyampaikan rasa gembira atas pernyataan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi terkait rencana pembangunan Jembatan Layang Kelok 11 di jalur Medan–Berastagi. Proyek tersebut dijadwalkan mulai dikerjakan paling lambat pada pertengahan tahun 2020.
Pembangunan jembatan layang ini ditujukan untuk mengurai kemacetan yang selama ini kerap terjadi di jalur utama menuju kawasan wisata Berastagi, terutama pada akhir pekan dan musim liburan.
Disampaikan Usai Pra-Musrenbang Wilayah Dataran Tinggi
Hal tersebut disampaikan Bupati Karo kepada wartawan pada Jumat (6/4/2020) melalui sambungan telepon, usai mengikuti Pra-Musrenbang Wilayah Dataran Tinggi Provinsi Sumatera Utara Tahun 2020 yang digelar di Hotel Sibayak Berastagi.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Gubernur Sumatera Utara dan dihadiri para kepala daerah se-kawasan dataran tinggi. Turut hadir Ketua TP PKK Provinsi Sumut Nawal Edy Rahmayadi, Ketua TP PKK Kabupaten Karo Sariati Terkelin Brahmana, Kepala Bappeda Provinsi Sumut Ir Nasib Sianturi MSi, Kabag Protokoler Frans Leo Surbakti SSTP, serta sejumlah ASN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
Infrastruktur Jadi Kunci Penguatan Pariwisata Karo
Dalam pidatonya, Gubernur Sumut menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk terus mendorong pembenahan infrastruktur di Kabupaten Karo. Fokus utama diarahkan pada jalur menuju destinasi wisata agar lebih andal dan bebas dari kemacetan.
Menurut Terkelin Brahmana, Gubernur Sumut bahkan menayangkan video animasi desain jembatan layang yang akan dibangun. Tayangan tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat Karo, bertepatan dengan peringatan Hari Jadi ke-74 Kabupaten Karo.
“Ini patut kita syukuri dan banggakan. Rencana pembangunan ini menjadi hadiah bagi seluruh masyarakat Karo,” ujar Terkelin.
Titik Pembangunan Jembatan Layang Kelok 11
Berdasarkan pemaparan dalam forum tersebut, jembatan layang akan dibangun di beberapa titik strategis. Di antaranya kawasan Sibolangit dengan panjang sekitar 384 meter dan kawasan Kelok 11 Bandar Baru sepanjang kurang lebih 1.600 meter.
Dengan terealisasinya proyek ini, pemerintah daerah berharap kemacetan parah yang selama ini menjadi momok bagi wisatawan dan masyarakat dapat teratasi. Pembangunan tersebut juga diharapkan menghilangkan trauma perjalanan menuju Berastagi.
Penataan Tahura dan Ikon Kota Berastagi
Selain proyek jembatan layang, Gubernur Sumut juga menyampaikan rencana pembenahan Taman Hutan Raya (Tahura) Berastagi dengan tetap mengedepankan kearifan lokal budaya Karo. Desain bangunan berciri Siwaluh Jabu atau rumah adat Karo diminta segera diselesaikan oleh Pemerintah Kabupaten Karo.
Gubernur Sumut juga meminta agar pada tahun 2020, Pemkab Karo segera menyiapkan master plan penataan kawasan pintu masuk Tahura hingga Kota Berastagi. Penataan tersebut mencakup penghijauan dan penanaman bunga di sisi kiri dan kanan jalan sebagai ikon visual Kota Berastagi.
“Provinsi akan menampung anggarannya. Pemkab Karo diminta segera menyiapkan master plan. Ini bagian dari upaya agar Karo terus maju dan bermartabat,” tegas Edy Rahmayadi.