Kerajaan Tertua di Indonesia

kolam majapahit
Penampakan Kolam Segaran di Desa Trowulan, Sejak 2 bulan lalu, kolam peninggalan masa Majapahit ini mengalami kekeringan. (Kompas)

Kerajaan-kerajaan tertua di Indonesia sudah muncul sejak awal Masehi. Keberadaan kerajaan tersebut dibuktikan melalui berbagai peninggalan sejarah, seperti prasasti, artefak batu, hingga catatan asing. Salah satu kerajaan tertua bahkan diketahui berkembang di wilayah Kalimantan pada abad ke-4 Masehi.

Lalu, apa saja kerajaan tertua di Indonesia yang dapat ditelusuri secara historis?

Berikut daftar lima kerajaan tertua di Indonesia berdasarkan bukti sejarah yang ditemukan para ahli.

1. Kerajaan Kutai (Abad ke-4 Masehi)

Kerajaan Kutai dikenal sebagai kerajaan bercorak Hindu tertua di Nusantara. Kerajaan ini berkembang pada abad ke-4 Masehi di wilayah Kalimantan Timur, tepatnya di sepanjang Sungai Mahakam.

Keberadaan Kerajaan Kutai dibuktikan dengan ditemukannya tujuh prasasti Yupa di daerah Muara Kaman. Prasasti tersebut ditulis menggunakan huruf Pallawa dan bahasa Sanskerta. Dalam prasasti Yupa disebutkan nama Raja Mulawarman yang dikenal sebagai raja terbesar Kerajaan Kutai.

Kerajaan ini berakhir pada masa pemerintahan Maharaja Dharma Setia, yang dikenal sebagai raja terakhir Kutai.

2. Kerajaan Tarumanegara (Abad ke-4 Masehi)

Kerajaan Tarumanegara berdiri sekitar abad ke-4 Masehi dan berkembang hingga abad ke-7 Masehi. Kerajaan ini berpusat di wilayah Jawa Barat, terutama di sekitar Bogor dan daerah aliran Sungai Citarum.

Bukti keberadaan Tarumanegara ditemukan melalui sejumlah prasasti, seperti Prasasti Tugu dan Prasasti Ciaruteun. Prasasti-prasasti tersebut menunjukkan pengaruh kuat kebudayaan Hindu India, terlihat dari penggunaan bahasa Sanskerta dan huruf Pallawa.

Tarumanegara dikenal sebagai salah satu kerajaan Hindu besar yang pernah berdiri di wilayah barat Pulau Jawa.

3. Kerajaan Sriwijaya (Abad ke-7 Masehi)

Kerajaan Sriwijaya merupakan kerajaan bercorak Buddha yang berkembang di wilayah Sumatra sejak abad ke-7 Masehi. Pendiri kerajaan ini dikenal dengan nama Dapunta Hyang Sri Jayanasa.

Sriwijaya dikenal sebagai kerajaan maritim yang kuat dan berpengaruh di jalur perdagangan Asia Tenggara. Kejayaannya menjadikan Sriwijaya sebagai pusat pembelajaran agama Buddha dan perdagangan internasional pada masanya.

Bukti sejarah Sriwijaya ditemukan melalui prasasti-prasasti seperti Prasasti Kedukan Bukit dan Prasasti Talang Tuo.

4. Kerajaan Mataram Kuno (Abad ke-8 Masehi)

Kerajaan Mataram Kuno berkembang antara abad ke-8 hingga abad ke-11 Masehi. Kerajaan ini juga dikenal dengan sebutan Bhumi Mataram dan berpusat di wilayah Jawa Tengah.

Salah satu bukti sejarah penting kerajaan ini adalah Prasasti Canggal yang menyebutkan pendirian lingga oleh Raja Sanjaya pada tahun 654 Masehi. Prasasti tersebut ditulis menggunakan bahasa Sanskerta dan huruf Pallawa.

Kerajaan Mataram Kuno dikenal meninggalkan banyak peninggalan berupa candi-candi besar, seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan.

5. Kerajaan Majapahit (Abad ke-13 Masehi)

Kerajaan Majapahit berdiri pada tahun 1293 Masehi, ditandai dengan penobatan Raden Wijaya sebagai raja pertama. Kerajaan ini menjadi kerajaan Hindu-Buddha terakhir dan terbesar di Nusantara.

Pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk dengan Mahapatih Gajah Mada, Majapahit mencapai puncak kejayaan dan menguasai sebagian besar wilayah Nusantara.

Pusat kerajaan Majapahit awalnya berada di Mojokerto, Jawa Timur, kemudian berkembang di kawasan Trowulan yang kini dikenal sebagai situs sejarah penting.

Keberadaan kerajaan-kerajaan tertua di Indonesia menunjukkan bahwa peradaban Nusantara telah berkembang sejak awal Masehi. Bukti berupa prasasti, candi, dan catatan sejarah menjadi dasar kuat dalam penelusuran sejarah kerajaan-kerajaan tersebut.

Memahami sejarah kerajaan kuno Indonesia bukan hanya mengenal masa lalu, tetapi juga memahami akar peradaban yang membentuk identitas bangsa hingga saat ini.