Hormat Barus: Suara yang Menjadi Nafas Musik Karo
Dalam perjalanan panjang musik tradisi Karo, nama Hormat Barus memiliki tempat yang istimewa. Beliau bukan sekadar penyanyi melainkan ikon, pelopor, dan bagian penting dari identitas musikal masyarakat Karo sejak era 1990-an. Banyak generasi mengenal musik Karo lewat suara khas dan karya-karya bernuansa emosional yang diciptakannya.
Jejak Karier dan Kontribusi Musik
Hormat Barus mulai dikenal luas saat musik Karo memasuki masa kejayaan rekaman kaset dan radio daerah. Pada masa itu, kehadirannya memberikan warna baru dengan karakter vokal yang dalam, jernih, dan penuh perasaan.
Beberapa lagunya menjadi bagian penting dari ingatan kolektif masyarakat Karo—lagu yang diputar di pesta adat, diperdengarkan saat kerinduan, bahkan menjadi pengantar nostalgia bagi perantau. Di antara karya populernya, beberapa judul yang paling dikenang antara lain:
-
Oh Nande
-
Bagi Beringin
-
Pergeluh Kaciwer
-
Pendungina Benana
-
Bencah Amak Tayangen
Di masa ketika penyanyi daerah tak mudah merekam karya, Hormat Barus hadir dengan konsistensi, semangat, dan kecintaan pada budaya. Karena itu banyak yang menyebutnya sebagai salah satu sosok yang menghidupkan kembali energi musik Karo di era modern.
Berpulangnya Sang Seniman
Kabar kepergian Hormat Barus pada Senin dini hari, 29 Mei 2017, meninggalkan duka yang mendalam bagi masyarakat Tanah Karo. Ia menghembuskan napas terakhir di usia 63 tahun setelah sempat dirawat di Rumah Sakit Royal Prima, Jambi.
Menurut keluarga dan kerabat, sebelum dirawat beliau sempat terjatuh dan kondisinya kemudian menurun. Tak lama setelah mendapatkan penanganan medis, sang penyanyi legendaris berpulang.
Setelah kabar itu tersebar, ucapan belasungkawa membanjiri media sosial. Para penyanyi, tokoh adat, hingga masyarakat umum mengenang sosoknya—bukan hanya sebagai musisi, tetapi sebagai pribadi yang ramah, sederhana, dan tidak pernah meninggalkan akar budayanya.
Upacara adat perpisahan dilaksanakan di Kelurahan Paal Merah Lama, Jambi, sebelum kemudian dimakamkan di TPU Bumi Langgeng.
Waktu akan terus berjalan, namun karya-karya Hormat Barus tetap hidup. Lagu-lagunya menjadi jembatan antara generasi masa lalu dan kini, mengajarkan bagaimana sebuah budaya dapat dirawat melalui nada dan kata.
Nama Hormat Barus tidak sekadar tercatat sebagai penyanyi; tetapi sebagai bagian dari identitas musik Karo, seorang seniman yang membuka jalan bagi penyanyi-penyanyi berikutnya.
Di setiap lagu yang masih diputar hingga hari ini, suara beliau seolah mengingatkan:
“Budaya tidak pernah hilang selama ada orang yang menyanyikan kembali.”
Hormat Barus telah berpulang, tetapi musik yang ia tinggalkan menjadi warisan abadi. Melalui karya, ia menghidupkan perasaan rindu, cinta, dan kebanggaan sebagai orang Karo.
Bagi banyak orang, beliau bukan hanya penyanyi—beliau adalah cerita, kenangan, dan bagian dari sejarah.
