Kenapa Orang Karo Punya Dua Sistem Kekerabatan? Memahami SEMBUYAK, SENINA, dan Dual Organization

Banyak orang Karo mengenal istilah SEMBUYAK dan SENINA, tetapi tidak semua memahami kapan hubungan itu berfungsi dan dari mana konsep tersebut muncul. Dalam kehidupan sehari-hari dan dalam pelaksanaan adat, dua istilah ini bukan sekadar kata kekerabatan, tetapi bagian penting dari struktur sosial masyarakat Karo.
Artikel ini membahas pemahaman mendalam tentang hubungan SEMBUYAK dan SENINA, serta bagaimana keduanya muncul dalam konteks adat terutama pada pembagian Tukur (mas kawin).
Apa Itu SEMBUYAK?
Secara umum, banyak orang mengartikan SEMBUYAK sebagai “sekandungan”. Namun, dalam sistem adat Karo, makna SEMBUYAK jauh lebih luas.
👉 SEMBUYAK adalah kesatuan ANAK DILAKI (garis ayah) dalam satu unit keluarga.
Artinya, SEMBUYAK bukan hanya saudara kandung seayah-seibu, tetapi juga:
-
Putra dari saudara ayah
-
Keturunan laki-laki dari kakek ayah
-
Garis patrilineal (ayah → kakek → leluhur laki-laki)
Dengan demikian, SEMBUYAK adalah unit sosial patrilineal yang selalu terdiri dari tiga tingkatan:
| Tingkatan | Peran |
|---|---|
| 1. INDUNG | Ibu dari garis ayah (nenek dari ayah) |
| 2. ANAK | Anak laki-laki dari INDUNG |
| 3. KEMPU | Cucu dari garis laki-laki |
Struktur ini tidak berubah meskipun generasi bertambah.
Apa Itu SENINA?
Berbeda dengan SEMBUYAK yang berbasis garis ayah, hubungan SENINA muncul ketika seseorang berada dalam konteks keluarga dari pihak ibu.
👉 SENINA adalah kesatuan ANAK DIBERU atau hubungan yang berfungsi melalui garis ibu.
Sebagai contoh:
-
Ketika berada di rumah keluarga ayah → kamu dan saudaramu disebut SEMBUYAK
-
Tetapi ketika berada di rumah keluarga ibu → hubungan berubah menjadi SENINA
Hal ini menunjukkan bahwa hubungan adat Karo dinamis dan kontekstual, bukan statis.
Kapan SEMBUYAK dan SENINA Berfungsi?
-
SEMBUYAK relevan dalam upacara atau urusan adat keluarga dari garis ayah
(misalnya di rumah nini arah bapa). -
SENINA relevan dalam urusan keluarga arah ibu
(misalnya di rumah nande dan kerabat ibumu).
Artinya, hubungan kekerabatan di dalam adat Karo berpindah panggung tergantung konteks adat.
Keterkaitan SEMBUYAK dan SENINA dengan Pembagian Mas Kawin (Tukur)
Pembagian Tukur adalah salah satu momen adat yang menunjukkan bagaimana hubungan keluarga bekerja.
Dalam Tukur ada beberapa penerima, tetapi dalam konteks pembahasan ini fokusnya adalah dua penerima utama:
| Nomor | Penerima | Kedudukan |
|---|---|---|
| 5 | Perkempun | Ibu dari ibu pengantin perempuan |
| 6 | Perninin | Ibu dari ayah pengantin perempuan |
Dua penerima ini menjadi penanda bahwa sistem kekerabatan Karo bukan garis keturunan tunggal (single lineage), tetapi Sistem Kekerabatan Dua Arah (Dual Organization) → ada dua pusat garis keturunan ayah dan ibu.
-
Perninin → mewakili INDUNG SEMBUYAK
-
Perkempun → mewakili INDUNG SENINA
Makna Besar dari Sistem Dual Organization Karo
Sistem kekerabatan Karo bukanlah sistem yang menyatukan dua orang menjadi satu “unit keluarga” seperti pemahaman perkawinan modern.
Sebaliknya:
Perkawinan dalam adat Karo adalah penghubung dua kelompok yang berbeda, bukan peleburan.
Karena itu, dalam tradisi Karo:
-
Kekerabatan ayah tetap hidup
-
Kekerabatan ibu juga tetap hidup
-
Keduanya aktif tergantung konteks adat
Perbedaan SEMBUYAK dan SENINA bukan sekadar istilah, tetapi fondasi penting dalam memahami identitas sosial dan adat Karo.
| SEMBUYAK | SENINA |
|---|---|
| Garis ayah (patrilineal) | Garis ibu (matrilateral) |
| Relevan di keluarga ayah | Relevan di keluarga ibu |
| Membentuk struktur INDUNG → ANAK → KEMPU | Berperan dalam hubungan ANAK DIBERU |
Kehadiran Perkempun dan Perninin dalam pembagian Tukur menjadi bukti kuat bahwa sistem adat Karo bersifat dua pusat (dual organization), bukan satu garis keturunan.