Prediksi Awal 2026, Harga Emas Diproyeksi Menembus Level Baru

Prospek harga emas dunia masih menunjukkan sinyal optimistis. Meski sempat terkoreksi usai menyentuh level tertinggi, logam mulia itu dinilai belum kehilangan momentum kenaikannya.
Mengutip laporan Kitco News, Jumat (7/11/2025), Ahli Strategi Komoditas ING, Ewa Manthey, memperkirakan harga rata-rata emas dapat bertahan di kisaran US$ 4.000 pada kuartal IV 2025.
Tidak hanya itu, Manthey memproyeksi harga logam mulia tersebut berpotensi mencetak level baru pada awal 2026. Pada kuartal I 2026, nilai emas diperkirakan naik ke kisaran US$ 4.100 per troy ons.
“Koreksi terbaru ini belum mengubah tren utama. Sepanjang tahun, emas masih menguat lebih dari 50% year-to-date. Dukungan dari bank sentral, aset safe haven, serta potensi lanjutan pembelian ETF tetap menjadi penopang. Pemangkasan suku bunga oleh The Fed juga sangat mungkin berlanjut,” ujar Manthey.
Ia menilai, penurunan harga justru dapat menarik kembali minat investor ritel maupun institusi.
Ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh bank sentral AS sebelumnya sempat melemah setelah Ketua The Fed, Jerome Powell, menegaskan bahwa keputusan bulan Desember belum final. Namun, sejumlah analis berpandangan kondisi pasar tenaga kerja AS yang melemah akan memaksa The Fed tetap melanjutkan pemangkasan suku bunga hingga paruh pertama 2026.
Meski demikian, pasar masih optimistis. CME FedWatch Tool mencatat peluang 71% pemangkasan suku bunga pada bulan depan.
Menurut Manthey, faktor investasi menjadi pendorong utama reli emas pada kuartal III 2025. Antisipasi pemangkasan suku bunga membuat arus dana kembali mengalir ke ETF berbasis emas, bahkan dengan laju tercepat dalam beberapa tahun terakhir.
Selain permintaan investasi, bank sentral juga tetap menjadi fondasi kuat bagi pasar. Pada kuartal III, pembelian emas oleh bank sentral mencapai 220 ton, naik 28% dibanding kuartal sebelumnya dan 6% lebih tinggi dari rata-rata lima tahun.
Manthey menyebut tren ini bersifat struktural. Bank sentral Korea Selatan dikabarkan mempertimbangkan menambah cadangan emas untuk pertama kalinya sejak 2013, sementara Presiden Serbia menyatakan cadangan emas negaranya ditargetkan hampir berlipat ganda menjadi 100 ton pada 2030.