Profil Agita Mahlika Bangun – Presenter tvOne Berdarah Karo, Berprestasi di Dunia Jurnalistik dan Musik

Tambar malemn (Nde ribuna) dialah Agita Mahlika Bangun, S.Hum. dikenal sebagai salah satu presenter berita muda Indonesia yang tampil di layar kaca tvOne. Lahir pada 18 September 1994, ia memulai karier jurnalistiknya pada tahun 2016 dan terus berkembang hingga menjadi salah satu wajah penyiar berita yang cukup dikenal pemirsa televisi nasional.

Perjalanan karier Agita tidak terlepas dari latar belakang pendidikannya. Ia merupakan lulusan Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia, setelah sebelumnya menempuh pendidikan di SMA Negeri 21 Jakarta. Kemampuannya dalam bahasa, komunikasi, serta kecintaan pada dunia literasi menjadi modal awal sebelum terjun ke dunia jurnalistik profesional.

Lahir dari Keluarga yang Mengutamakan Pendidikan

Agita tumbuh di lingkungan keluarga yang menempatkan pendidikan sebagai prioritas. Hal itu turut membentuk karakter dan kepribadiannya yang penuh semangat serta berani mengambil tantangan. Ia merupakan wanita asal suku Karo, Sumatera Utara, dan lahir serta besar di Jakarta.

Hobi membaca, mendengarkan cerita, dan kecintaannya pada sastra membuatnya banyak bersentuhan dengan dunia penulisan sejak kecil. Karena itu, profesi jurnalis akhirnya menjadi jalan yang selaras dengan minatnya.

Dalam wawancara, Agita pernah menjelaskan bahwa sejak kecil ia tak sadar sedang membangun imajinasi jurnalistiknya. Ia mengaku tumbuh dengan dongeng dan bacaan fantasi yang selalu disiapkan orang tuanya. 

"Hal-hal inilah yang kemudian baru aku sadari sekarang ternyata salah satu pemicu menyukai profesi jurnalis, karena penuh dengan variasi dan tantangan," jelas Agita.

Magang di Media Besar, Jalan Menuju Dunia Jurnalistik

Sebelum dikenal sebagai presenter, bakat jurnalistik Agita sudah terlihat sejak masa kuliah. Ia pernah magang di Jakarta Post dan di CNN Indonesia, dua media nasional yang punya reputasi besar dalam penyiaran dan pemberitaan.

Dari pengalaman tersebut, ia mulai yakin bahwa dunia wartawan adalah jalur karier yang tepat.

“Dari situ mulai merasa kayaknya passionku memang di sini. Makanya akhirnya daftar ke tvOne,” ujar Agita Mahlika lulusan Sastra Inggris Universitas Indonesia.

Dua bulan setelah lulus kuliah pada 2016, tvOne membuka program Journalist Development Program—sebuah jalur pelatihan kompetensi jurnalis. Agita mendaftarkan diri, mengikuti seleksi, dan dinyatakan diterima.

“Puji Tuhan diterima,” jelasnya.

Karier Jurnalis: Dari Lapangan hingga Dialog Politik

Meski masih tergolong muda dalam industri jurnalistik, pengalaman Agita terbilang luas. Ia pernah mendapat penugasan meliput isu ekonomi, politik nasional, militer, hingga demonstrasi besar.

Beberapa momen penting dalam kariernya:

  • Meliput Annual Meetings IMF – World Bank di Bali selama 9 hari

  • Wawancara eksklusif dengan mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo membahas isu kerusuhan Mei pasca Pilpres 2019

  • Membawakan dialog isu separatisme Papua bersama Letnan Jenderal (Purn) Sutiyoso dan Juru Bicara BIN Wawan

Ia juga dipercaya menjadi host acara khusus berbagai perhelatan besar partai politik di Indonesia, seperti:

  • Kongres V PDIP

  • Kongres II Partai NasDem

  • Munas X Partai Golkar

Tidak semua presenter mendapat kesempatan memandu acara berskala nasional seperti ini. Pengalaman tersebut membuatnya bisa berdialog langsung dengan tokoh-tokoh besar, salah satunya Aburizal Bakrie.

Menjadi Presenter Tetap tvOne

Setelah bekerja sebagai reporter lapangan, Agita kemudian lolos casting sebagai presenter tvOne. Sejumlah program berita besar pernah ia bawakan:

  • Kabar Petang

  • Apa Kabar Indonesia Pagi

  • Kabar Pasar

  • Kabar Pagi

  • Kabar Siang

  • Kabar Dunia

  • Kabar Arena

  • Ragam Perkara

  • dan kini, Kabar Hari Ini

Di dunia presenter berita, akurasi, intonasi, ekspresi, hingga sikap profesional menjadi tuntutan utama. Agita pernah bercerita bagaimana ia belajar menghadapi tekanan tersebut — mulai dari marahnya narasumber hingga kritik tajam netizen ketika memandu dialog pertama kalinya.

“Dibilang bodohlah, pertanyaannya muter-muterlah, gak berkualitaslah, sampai waktu itu aku nangis sedih. Tapi dari situlah justru aku semakin belajar untuk menjadi lebih baik… presenter mentalnya harus kuat dan mau mengevaluasi diri,” jelas pemegang sabuk cokelat karate ini.

Tidak Hanya cerdas, Agita Juga Berbakat Menyanyi

Di balik pekerjaannya sebagai jurnalis, Agita memiliki hobi di bidang musik. Sejak kecil ia sering menyanyi solo dan bahkan menjadi Song Leader di gereja.

  • Pernah menjadi vokalis band SMA

  • Membawakan genre jazz, soul, dan pop

  • Pernah menjuarai kompetisi band

  • Pemenang kategori Best Vocalist

  • Bergabung dengan paduan suara kampus Paragita UI

Bahkan di tvOne, ia beberapa kali diminta menyanyi dalam program spesial, termasuk acara tahun baru dan Hari Ulang Tahun tvOne.

Ketika ditanya apakah ingin menjadi penyanyi profesional, Agita menjawab sambil tertawa:

“Banyak yang nanya kenapa kok gak mau jadi penyanyi aja hahaha, ya kalau bisa jadi penyanyi sembari jadi jurnalis sih mau-mau aja?”

Perjalanan karir Agita Mahlika Bangun menunjukkan bahwa dunia jurnalistik tidak hanya soal membaca berita di depan kamera. Ada kerja keras, keberanian, mental kuat, serta kemampuan beradaptasi dengan situasi lapangan.

Dengan rekam jejak akademik yang baik, pengalaman media besar, dan jam terbang sebagai reporter serta presenter nasional, Agita menjadi salah satu representasi anak muda berprestasi dalam dunia pertelevisian Indonesia.