Tama Ulinta Tarigan: Putri Karo yang Menembus Puncak Karier Hukum dan Militer Indonesia

Tama Ulinta Tarigan, lahir di Medan, Sumatera Utara pada 3 Maret 1965, adalah sosok inspiratif asal suku Karo yang menorehkan prestasi luar biasa di dunia militer dan hukum. Dari seorang anak yang menapaki pendidikan dasar di Medan hingga menjadi Hakim Agung Republik Indonesia, perjalanan hidupnya adalah kisah dedikasi, kerja keras, dan pengabdian tanpa henti.

Sejak kecil, Tama sudah menunjukkan ketekunan luar biasa. Ia menamatkan pendidikan dasar, menengah pertama, dan menengah atas dengan prestasi gemilang. Semangat belajarnya membawanya ke Jurusan Hukum Keperdataan Universitas Sumatera Utara, tempat ia meraih gelar sarjana hukum pada 1988. Tak puas hanya dengan gelar sarjana, Tama melanjutkan pendidikan hingga meraih magister kenotariatan di USU dan doktor dalam administrasi kebijakan bisnis di Universitas Trisakti.

Tama memulai karier militernya dengan masuk ke Sekolah Perwira Wajib Militer (Sepawamil) dan lulus pada 1990. Ia menekuni bidang hukum militer, bekerja sebagai penasihat dan pengacara di Komando Daerah Militer I/Bukit Barisan, kemudian menjadi pengurus administrasi di Mahkamah Militer Medan.

Kiprah dan Prestasi di Pengadilan Militer

Seiring waktu, Tama semakin menonjol. Ia diangkat sebagai hakim militer pada 2002 dan bertugas di berbagai kota, termasuk Medan dan Palembang. Salah satu kasus paling menantang yang ia tangani adalah kasus penyelundupan 1,4 juta butir ekstasi yang melibatkan seorang intelijen militer. Keputusan hukumnya mencerminkan keadilan yang bijaksana, dengan mempertimbangkan kontribusi panjang pelaku di TNI.

Pada 2012, Tama dipercaya menjadi Kepala Pengadilan Militer Jakarta, dan pangkatnya naik menjadi kolonel. Tahun 2014, ia bergabung dengan Badan Pengawas Mahkamah Agung, kemudian menjabat sebagai Wakil Kepala Pengadilan Militer Tinggi Jakarta pada 2018.

Puncak Karier: Brigadir Jenderal dan Hakim Agung

Tama mencapai puncak kariernya saat diangkat sebagai Kepala Pengadilan Militer Tinggi Medan pada 2019, meraih pangkat brigadir jenderal TNI, dan akhirnya dipindahkan ke Pengadilan Militer Utama Jakarta sebagai Wakil Kepala. Pada 19 Oktober 2021, Tama Ulinta Tarigan resmi dilantik sebagai Hakim Agung Republik Indonesia, menjadikannya simbol prestasi dan dedikasi tinggi bagi putra-putri Karo dan seluruh generasi muda Indonesia.

Tama menikah dengan Surya Darma Ginting pada 1993 dan dikaruniai dua anak, Natali Masita Ginting dan Josua Aginta Ginting. Selain karier militernya yang gemilang, Tama juga dikenal sebagai penulis karya ilmiah penting, termasuk penelitian tentang perlindungan investor dan penguatan sistem pengawasan Mahkamah Agung melalui teknologi informasi.

Tama Ulinta Tarigan adalah bukti nyata bahwa dengan kerja keras, ketekunan, dan integritas, seseorang dari suku Karo dapat menembus batasan dan mencapai puncak karier di bidang hukum dan militer. Namanya menjadi inspirasi, terutama bagi generasi muda yang ingin mengukir prestasi dan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa.