IHSG Bangkit Tajam, Asing Borong Saham Jumbo hingga Rp 1,99 Triliun

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG menunjukkan kebangkitan kuat setelah sempat melemah di awal pekan. Pada perdagangan Selasa 13 Januari 2026, IHSG ditutup menguat signifikan sebesar 0,72 persen atau melonjak 63,58 poin ke level 8.948,30.
Penguatan tersebut ditopang oleh aktivitas transaksi yang sangat ramai. Nilai transaksi pasar saham mencapai Rp 33,54 triliun dengan volume 62,92 miliar saham yang berpindah tangan dalam 3,80 juta kali transaksi. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 348 saham menguat, 327 saham melemah, dan 131 saham bergerak stagnan.
Investor Asing Masuk Agresif
Sentimen positif IHSG turut diperkuat oleh aksi beli besar-besaran dari investor asing. Data menunjukkan pembelian bersih asing atau net foreign buy mencapai Rp 1,99 triliun di seluruh pasar.
Rinciannya, investor asing membukukan pembelian bersih sebesar Rp 1,45 triliun di pasar reguler, sementara pasar negosiasi dan tunai mencatat net buy sebesar Rp 539,49 miliar. Aliran dana asing tersebut menjadi sinyal kuat meningkatnya kepercayaan terhadap pasar saham domestik.
Mengacu pada data perdagangan, saham PT Vale Indonesia Tbk atau INCO menjadi saham dengan pembelian bersih asing terbesar, mencapai Rp 274,87 miliar. Minat asing terhadap saham ini mencerminkan optimisme terhadap sektor tambang, khususnya komoditas nikel.
Posisi kedua ditempati oleh PT Astra International Tbk atau ASII dengan net buy asing sebesar Rp 229,37 miliar. Selanjutnya, saham PT Merdeka Battery Materials Tbk atau MBMA mencatat pembelian bersih Rp 197,96 miliar.
Sektor perbankan juga turut diburu, terlihat dari masuknya dana asing ke saham PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk atau BBNI senilai Rp 161,38 miliar.
Daftar 10 Saham dengan Net Foreign Buy Terbesar
Berikut sepuluh saham dengan pembelian bersih asing terbesar pada perdagangan Selasa
PT Vale Indonesia Tbk INCO Rp 274,87 miliar
PT Astra International Tbk ASII Rp 229,37 miliar
PT Merdeka Battery Materials Tbk MBMA Rp 197,96 miliar
PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk BBNI Rp 161,38 miliar
PT Aneka Tambang Tbk ANTM Rp 147,65 miliar
PT Petrosea Tbk PTRO Rp 98,19 miliar
PT Telkom Indonesia Persero Tbk TLKM Rp 91,51 miliar
PT Barito Pacific Tbk BRPT Rp 70,22 miliar
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk ADRO Rp 67,62 miliar
PT Energi Mega Persada Tbk ENRG Rp 63,33 miliar
Masuknya dana asing dalam jumlah besar menunjukkan perubahan sentimen yang cukup signifikan. Kombinasi penguatan indeks, lonjakan nilai transaksi, dan dominasi aksi beli asing memberi sinyal bahwa pasar saham Indonesia kembali menarik di tengah dinamika global.
Dengan kondisi tersebut, pergerakan IHSG ke depan berpotensi tetap volatil namun disertai peluang, terutama pada saham-saham berbasis komoditas, perbankan besar, dan sektor energi yang saat ini menjadi fokus investor global.