Tekanan Teknis dan Valuasi Tinggi, Saham CDIA Berpotensi Turun ke Area 1.200

Pergerakan saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) menunjukkan sinyal pelemahan lanjutan meski sempat mencatatkan penguatan tipis pada perdagangan Selasa (14/1/2026). Setelah ditutup naik 0,33% ke level Rp 1.535, tekanan jual kembali mendominasi pada perdagangan berikutnya dengan harga bergerak turun ke area Rp 1.505.

Dalam satu bulan terakhir, saham CDIA telah terkoreksi sekitar 16,35%, menandakan tekanan distribusi yang cukup kuat meskipun masih terjadi transaksi besar oleh investor asing.

Support Kunci Jebol, Tren Jangka Pendek Masih Bearish

Secara teknikal, analis menilai tren jangka pendek CDIA masih berada dalam fase bearish. Level support penting di kisaran Rp 1.690–1.745 telah ditembus, membuka ruang pelemahan ke area Rp 1.475–1.500. Area ini saat ini menjadi medan tarik-menarik antara pelaku pasar.

Namun, jika support psikologis Rp 1.500 gagal dipertahankan, tekanan jual berpotensi berlanjut menuju support lanjutan di kisaran Rp 1.350 hingga Rp 1.200. Area Rp 1.200 dinilai sebagai zona rasional berikutnya karena berdekatan dengan area konsolidasi lama sebelum reli kuat sebelumnya.

Valuasi Tinggi Menjadi Beban Pergerakan Harga

Dari sisi fundamental, CDIA saat ini diperdagangkan dengan rasio price to earnings (P/E) yang relatif tinggi, mencapai lebih dari 120 kali. Valuasi tersebut membuat ruang kenaikan harga menjadi terbatas dalam jangka pendek, terutama ketika sentimen pasar sedang berhati-hati terhadap saham berkapitalisasi besar dengan valuasi premium.

Kondisi ini membuat saham CDIA rentan terhadap aksi ambil untung, termasuk dari investor yang masuk pada fase awal kenaikan.

Dividen Belum Menjadi Penopang Harga

Meski manajemen CDIA telah mengumumkan pembagian dividen interim sebesar Rp 1,34 per saham, sentimen dividen dinilai belum cukup kuat menahan tekanan jual. Hal ini tercermin dari pergerakan harga pasca cum dividen yang justru menunjukkan kecenderungan melemah.

Dalam banyak kasus, saham dengan dividen kecil namun valuasi tinggi cenderung mengalami koreksi setelah momentum dividen berlalu.

Asing Net Buy, Namun Distribusi Masih Terjadi

Aktivitas beli investor asing memang masih terlihat, dengan beberapa broker besar mencatatkan net buy. Namun, pola perdagangan menunjukkan bahwa aksi beli tersebut belum mampu mengubah arah tren secara keseluruhan.

Kondisi ini mengindikasikan kemungkinan terjadi distribusi bertahap, di mana tekanan jual dari investor lain menyeimbangi bahkan melampaui aksi akumulasi.

Potensi Uji Area 1.200 Masih Terbuka

Dengan kombinasi:

  • tren teknikal yang masih bearish,

  • support utama yang telah ditembus,

  • valuasi yang relatif mahal,

  • serta minimnya katalis positif jangka pendek,

maka potensi penurunan CDIA menuju area Rp 1.200 masih terbuka dalam beberapa waktu ke depan, terutama jika sentimen pasar global dan domestik memburuk atau tekanan jual meningkat.

Investor disarankan mencermati pergerakan volume serta respons harga di area Rp 1.500. Kegagalan bertahan di level tersebut dapat menjadi sinyal awal menuju fase koreksi lanjutan.