Wisata Kebun Anggur JIB Farm di Lingkar Gunung Sinabung Jadi Daya Tarik Baru Kabupaten Karo
![]() |
| dok. JIB Farm |
Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, kembali menghadirkan destinasi wisata berbasis alam dan pertanian. Kali ini, wisata kebun anggur hadir di kawasan lingkar Gunung Sinabung, tepatnya di Desa Guru Kinayan, Kecamatan Payung. Keberadaan kebun anggur tersebut menjadi alternatif wisata edukasi sekaligus agrowisata yang menarik perhatian wisatawan lokal maupun luar daerah.
Lokasi dan Akses Wisata Kebun Anggur Guru Kinayan
Wisata kebun anggur ini berjarak sekitar 1,5 jam perjalanan dari Kota Berastagi. Lokasinya berada di kawasan lingkar Gunung Sinabung, Desa Guru Kinayan, Kecamatan Payung, Kabupaten Karo. Akses menuju lokasi dapat ditempuh menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan jemputan yang disediakan pengelola dari pos pemandu.
Dengan luas lahan mencapai sekitar 25 hektare, kawasan ini menawarkan hamparan kebun anggur yang berpadu dengan panorama alam pegunungan, sehingga memberikan pengalaman wisata yang menenangkan dan menyegarkan.
Tiket Masuk dan Fasilitas Pengunjung
Untuk menikmati wisata kebun anggur di Guru Kinayan, pengunjung dikenakan tiket masuk sebesar Rp10.000 per orang. Sementara wisatawan yang menggunakan mobil jemputan dari pos pemandu dikenakan tarif berkisar antara Rp20.000 hingga Rp35.000 per orang.
Selain berkeliling kebun, pengunjung juga dapat menikmati wisata edukasi pertanian dan melihat langsung proses budidaya tanaman buah di kawasan tersebut.
Dari Kebun Edukasi Menjadi Agrowisata
Milala, salah satu pekerja di JIB Farm, menyampaikan bahwa kebun anggur tersebut awalnya dikembangkan sebagai kebun edukasi berbasis pertanian. Seiring meningkatnya minat pengunjung, kawasan tersebut kemudian berkembang menjadi agrowisata.
“Awalnya hanya kebun edukasi, tetapi sekarang sudah menjadi agrowisata. Banyak wisatawan lokal maupun luar daerah yang berkunjung,” ujar Milala.
Beragam Tanaman Buah di Lahan 25 Hektare
Selain anggur, pengelola juga menanam berbagai jenis buah lainnya di lahan seluas 25 hektare. Beberapa komoditas yang dikembangkan antara lain alpukat, buah naga, durian, dan tanaman hortikultura lainnya.
Untuk harga hasil panen, anggur dijual dengan harga per kilogram mencapai ratusan ribu rupiah. Sementara alpukat dijual sekitar Rp50.000 per kilogram, tergantung kualitas dan musim panen.
Dampak Positif bagi Ekonomi Masyarakat Lingkar Sinabung
Ahkyar, warga setempat, menyampaikan rasa senang atas hadirnya wisata kebun anggur di lingkar Gunung Sinabung. Menurut Ahkyar, agrowisata tersebut memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar.
“Ekonomi masyarakat mulai bergerak. Lapangan kerja terbuka, dan warga juga dapat menjual hasil pertanian kepada wisatawan,” ujar Ahkyar.
Kehadiran wisata kebun anggur dinilai menjadi peluang kebangkitan ekonomi masyarakat pasca erupsi Gunung Sinabung beberapa tahun lalu yang sempat menghambat aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.
Destinasi Wisata Lain di Sekitar Lingkar Sinabung
Tidak jauh dari lokasi wisata kebun anggur, terdapat pula destinasi wisata kebun kurma. Dari kawasan kebun anggur, wisatawan hanya membutuhkan waktu sekitar 40 menit perjalanan untuk mencapai lokasi wisata tersebut.
Dengan bertambahnya destinasi wisata berbasis alam dan pertanian, kawasan lingkar Gunung Sinabung kini perlahan berkembang menjadi kawasan wisata unggulan di Kabupaten Karo.
