Badai AI 2026 Saham IBM dan Bitcoin Turun 13 Persen Sektor Mana yang Masih Bertahan

Pasar keuangan global kembali bergejolak pada 23 Februari 2026 setelah muncul gelombang kepanikan baru yang dipicu perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence. Sentimen yang dikenal sebagai AI Panic mendorong aksi jual besar besaran di sektor teknologi. Saham IBM anjlok lebih dari 13 persen dalam satu hari perdagangan. Di saat yang sama harga Bitcoin ikut terseret turun hingga menyentuh kisaran 64000 dolar AS.
Koreksi tajam ini terjadi setelah perusahaan AI Anthropic mengumumkan kemampuan terbaru platform Claude Code yang diklaim mampu memodernisasi kode COBOL secara otomatis. Inovasi tersebut dinilai berpotensi mengganggu model bisnis lama perusahaan teknologi besar yang selama ini mengandalkan jasa migrasi dan pemeliharaan sistem warisan.
Lalu bagaimana dampaknya bagi investor dan sektor apa yang masih mampu bertahan di tengah badai AI 2026
Mengapa Saham IBM Turun Lebih dari 13 Persen
International Business Machines atau IBM mencatat penurunan harian terdalam sejak awal dekade 2000an. Harga sahamnya ditutup di kisaran 223 dolar AS setelah merosot sekitar 13 persen dalam satu sesi.
Pemicu utama koreksi adalah pengumuman Anthropic mengenai kemampuan Claude Code dalam membaca, menganalisis, serta memperbarui sistem berbasis COBOL secara otomatis. Selama puluhan tahun IBM dikenal sebagai pemain utama dalam layanan mainframe dan konsultasi migrasi sistem lama. Banyak lembaga keuangan, maskapai, hingga institusi pemerintahan masih mengandalkan sistem berbasis COBOL.
Jika proses modernisasi yang biasanya membutuhkan waktu bertahun tahun dan biaya besar kini dapat dipercepat dengan AI, maka potensi pendapatan dari lini konsultasi tradisional berisiko tergerus.
Pasar merespons cepat. Investor khawatir bahwa model bisnis lama berbasis tenaga konsultan manusia akan tergantikan oleh otomasi AI yang jauh lebih efisien.
Mengapa COBOL Masih Sangat Penting di Dunia Keuangan
COBOL bukan sekadar bahasa pemrograman lama. Sistem ini masih menjadi fondasi infrastruktur finansial global.
Beberapa fakta penting yang membuat pasar bereaksi keras antara lain
Sekitar 95 persen transaksi ATM di Amerika Serikat masih diproses melalui sistem berbasis COBOL
Ratusan miliar baris kode aktif digunakan di sektor perbankan, asuransi, penerbangan, dan pemerintahan
Banyak pengembang asli telah pensiun sehingga perusahaan bergantung pada konsultan khusus
Selama ini biaya modernisasi COBOL sangat mahal dan kompleks. Perusahaan seperti IBM memperoleh pendapatan signifikan dari proyek transformasi tersebut. Ketika AI mampu mengotomatisasi proses itu, peta persaingan industri langsung berubah.
Dampak Berantai ke Bitcoin dan Pasar Kripto
Penurunan saham IBM tidak berdiri sendiri. Sentimen negatif menyebar ke sektor teknologi secara luas. Indeks saham perangkat lunak global kehilangan ratusan miliar dolar kapitalisasi pasar dalam satu hari.
Bitcoin yang selama beberapa tahun terakhir memiliki korelasi tinggi dengan saham teknologi ikut tertekan. Harga BTC turun sekitar 5 persen dan menyentuh level 64000 dolar AS.
Fenomena ini menunjukkan pola risk off. Ketika ketidakpastian meningkat, investor cenderung mengurangi eksposur pada aset berisiko tinggi seperti saham teknologi dan kripto. Dana mengalir ke instrumen yang dianggap lebih aman.
Pergerakan Pasar 24 Februari 2026
Berikut gambaran umum pergerakan aset utama
Bitcoin turun sekitar 5 persen ke kisaran 64000 dolar
Saham IBM melemah lebih dari 13 persen ke sekitar 223 dolar
Emas naik lebih dari 3 persen dan mencetak level tertinggi baru
Beberapa saham perusahaan kripto juga ikut terkoreksi
Kenaikan harga emas menunjukkan pergeseran dana ke aset lindung nilai. Logam mulia kembali menjadi tujuan utama ketika volatilitas meningkat.
Sektor yang Masih Bertahan di Tengah Badai AI
Meski mayoritas saham teknologi tertekan, tidak semua sektor terpuruk. Beberapa perusahaan justru menguat karena dianggap diuntungkan oleh tren AI.
Perusahaan penambang Bitcoin yang telah mengembangkan infrastruktur pusat data untuk komputasi AI menjadi contoh menarik. Model bisnis mereka kini tidak hanya bergantung pada penambangan kripto, tetapi juga menyediakan daya komputasi untuk kebutuhan kecerdasan buatan dan komputasi performa tinggi.
Investor melihat diversifikasi ini sebagai strategi adaptif terhadap era AI. Perusahaan yang mampu bertransformasi cenderung mendapatkan respons lebih positif dibanding yang terancam tergantikan.
Apakah Ini Akhir bagi IBM
Penurunan tajam tidak otomatis berarti krisis permanen. IBM masih memiliki portofolio bisnis luas mulai dari cloud hybrid, keamanan siber, hingga solusi enterprise.
Tantangan terbesar adalah bagaimana perusahaan beradaptasi. Jika IBM mampu mengintegrasikan teknologi AI seperti Claude Code ke dalam layanannya sendiri, ancaman bisa berubah menjadi peluang.
Pasar sering bereaksi cepat terhadap kabar disrupsi. Namun dalam jangka panjang yang menentukan adalah kemampuan manajemen dalam melakukan transformasi.
Risiko Sistemik Modernisasi Berbasis AI
Meski modernisasi otomatis terdengar efisien, ada sejumlah risiko yang perlu diperhatikan
Ketergantungan pada AI untuk sistem perbankan dapat menimbulkan potensi bug pada skala besar
Kesalahan kecil dalam kode finansial bisa berdampak sistemik
Proses audit dan pengujian harus jauh lebih ketat
Bank dan lembaga keuangan kemungkinan akan tetap berhati hati sebelum sepenuhnya menyerahkan sistem inti mereka kepada otomasi AI.
Mengapa Emas Naik Saat Saham Teknologi Turun
Kenaikan harga emas bukan hal baru dalam situasi ketidakpastian. Investor global menganggap emas sebagai penyimpan nilai jangka panjang.
Saat volatilitas meningkat, dana mengalir dari saham dan kripto ke instrumen defensif. Pola ini berulang dalam banyak krisis pasar sebelumnya.
Kondisi tersebut kembali terlihat pada gelombang AI Panic 2026.
Strategi Investor Menghadapi Disrupsi AI
Bagi investor saham dan kripto, situasi ini menjadi pengingat penting tentang manajemen risiko.
Beberapa langkah yang bisa dipertimbangkan antara lain
Melakukan diversifikasi portofolio agar tidak terpusat di satu sektor
Memantau perkembangan teknologi AI dan dampaknya terhadap model bisnis perusahaan
Menghindari keputusan emosional saat volatilitas tinggi
Memperhatikan peluang pada perusahaan yang mengadopsi AI secara proaktif
Disrupsi teknologi selalu menghadirkan dua sisi. Ada perusahaan yang tertekan, ada pula yang tumbuh lebih cepat.
Apakah Bitcoin Masih Menarik Setelah Koreksi
Koreksi harga tidak selalu berarti tren jangka panjang berakhir. Namun korelasi tinggi dengan saham teknologi membuat Bitcoin rentan terhadap sentimen global.
Jika Nasdaq dan sektor perangkat lunak terus tertekan, tekanan pada kripto berpotensi berlanjut. Sebaliknya, jika pasar menilai penurunan sudah berlebihan, peluang pemulihan bisa terbuka.
Investor jangka panjang biasanya melihat volatilitas sebagai bagian dari siklus pasar.
Dampak bagi Bank yang Menggunakan Sistem Lama
Bagi perbankan, kemajuan AI dalam modernisasi COBOL bisa menjadi kabar baik dari sisi efisiensi biaya. Proyek transformasi yang sebelumnya mahal dan lama berpotensi dipangkas.
Namun transisi tetap memerlukan pengawasan ketat. Stabilitas sistem keuangan tidak boleh dikorbankan demi kecepatan implementasi teknologi.
Badai AI 2026 menunjukkan betapa cepatnya teknologi dapat mengubah persepsi pasar terhadap perusahaan besar. Saham IBM yang turun lebih dari 13 persen dan melemahnya Bitcoin menjadi bukti bahwa disrupsi AI kini menjadi faktor utama dalam penilaian investor.
Di tengah tekanan tersebut, sektor yang mampu beradaptasi dengan kecerdasan buatan justru menunjukkan ketahanan. Perusahaan yang mengintegrasikan AI ke dalam model bisnisnya berpotensi menjadi pemenang dalam jangka panjang.
Pasar masih menunggu perkembangan lanjutan dari inovasi AI dan respons perusahaan teknologi besar. Volatilitas kemungkinan tetap tinggi dalam beberapa waktu ke depan.
Bagi investor, kunci utama adalah memahami arah transformasi industri dan mengelola risiko secara disiplin di tengah era percepatan kecerdasan buatan.