Gejala Diabetes yang Jarang Diketahui, Tanda Awal yang Sering Diabaikan Namun Berbahaya

Apa Itu Diabetes dan Mengapa Gejalanya Sering Tidak Disadari?
Diabetes adalah penyakit kronis yang terjadi ketika kadar gula (glukosa) dalam darah terlalu tinggi akibat gangguan produksi atau fungsi insulin. Menurut World Health Organization (WHO), jumlah penderita diabetes global terus meningkat setiap tahunnya, menjadikannya salah satu penyebab utama komplikasi kesehatan serius seperti penyakit jantung, gagal ginjal, dan kebutaan.
Banyak orang hanya mengenal gejala klasik diabetes seperti:
Sering buang air kecil
Mudah haus
Mudah lapar
Berat badan turun drastis
Namun, ada sejumlah gejala diabetes yang jarang diketahui dan sering disalahartikan sebagai kondisi biasa.
1. Kulit Menggelap di Leher dan Ketiak (Acanthosis Nigricans)
Perubahan warna kulit menjadi lebih gelap dan terasa tebal di area lipatan seperti leher, ketiak, dan selangkangan bisa menjadi tanda resistensi insulin.
Menurut American Diabetes Association (ADA), kondisi ini sering muncul pada penderita diabetes tipe 2 atau individu dengan obesitas dan gangguan metabolik.
Mengapa bisa terjadi?
Karena kadar insulin tinggi dalam darah merangsang pertumbuhan sel kulit secara berlebihan.
2. Luka Sulit Sembuh dan Infeksi Berulang
Jika luka kecil membutuhkan waktu lama untuk sembuh atau Anda sering mengalami infeksi kulit dan saluran kemih, ini bisa menjadi tanda kadar gula darah tidak terkontrol.
Menurut Mayo Clinic, gula darah tinggi dapat:
Menghambat sirkulasi darah
Merusak saraf
Melemahkan sistem imun
Akibatnya tubuh sulit memperbaiki jaringan yang rusak.
3. Kesemutan dan Mati Rasa pada Tangan atau Kaki
Kondisi ini disebut neuropati diabetik. Biasanya dimulai dengan:
Sensasi terbakar
Kesemutan
Kebas di ujung kaki
Nyeri seperti tertusuk jarum
Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), kerusakan saraf akibat diabetes dapat berkembang secara perlahan dan sering tidak disadari hingga kondisinya memburuk.
4. Penglihatan Kabur Secara Mendadak
Fluktuasi kadar gula darah dapat menyebabkan perubahan bentuk lensa mata sehingga penglihatan menjadi kabur.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), diabetes merupakan salah satu penyebab utama kebutaan pada orang dewasa usia produktif.
Jika penglihatan tiba-tiba berubah, sebaiknya lakukan pemeriksaan gula darah sebelum mengganti kacamata.
5. Mulut Kering dan Kulit Gatal Tanpa Sebab Jelas
Kadar gula tinggi menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan melalui urine. Dampaknya:
Mulut terasa sangat kering
Bibir pecah-pecah
Kulit gatal kronis
Gejala ini sering dianggap sebagai dehidrasi biasa, padahal bisa menjadi indikator diabetes awal.
6. Napas Berbau Buah (Fruity Breath)
Jika napas berbau seperti buah atau aseton, ini bisa menjadi tanda ketoasidosis diabetik — kondisi serius yang terjadi ketika tubuh membakar lemak sebagai sumber energi karena kekurangan insulin.
Menurut Cleveland Clinic, kondisi ini lebih sering terjadi pada diabetes tipe 1 dan membutuhkan penanganan medis segera.
7. Perubahan Emosi dan Mudah Marah
Gula darah yang tidak stabil memengaruhi fungsi otak dan hormon. Penderita bisa mengalami:
Mudah tersinggung
Cemas berlebihan
Sulit fokus
Cepat lelah mental
Fluktuasi ini sering disalahartikan sebagai stres biasa.
8. Penurunan Berat Badan Tanpa Diet
Jika berat badan turun tanpa usaha, padahal pola makan normal atau meningkat, bisa jadi tubuh tidak mampu menggunakan glukosa sebagai energi.
Tubuh kemudian membakar lemak dan otot, menyebabkan penurunan berat badan drastis.
Faktor Risiko Diabetes yang Perlu Diwaspadai
Beberapa faktor yang meningkatkan risiko diabetes:
Riwayat keluarga diabetes
Obesitas
Kurang aktivitas fisik
Tekanan darah tinggi
Kolesterol tinggi
Usia di atas 40 tahun
Menurut International Diabetes Federation (IDF), perubahan gaya hidup menjadi kunci utama dalam mencegah diabetes tipe 2.
Cara Mencegah Diabetes Sejak Dini
Untuk menurunkan risiko diabetes:
1. Jaga Pola Makan Seimbang
Kurangi gula tambahan, makanan olahan, dan minuman manis.
2. Rutin Berolahraga
Minimal 150 menit aktivitas fisik per minggu.
3. Periksa Gula Darah Secara Berkala
Terutama jika memiliki faktor risiko.
4. Jaga Berat Badan Ideal
Penurunan 5–10% berat badan sudah signifikan menurunkan risiko diabetes.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera konsultasi ke dokter jika Anda mengalami:
Luka tak kunjung sembuh
Kesemutan berkepanjangan
Penurunan berat badan drastis
Penglihatan kabur mendadak
Napas berbau aseton
Deteksi dini dapat mencegah komplikasi serius seperti gagal ginjal, amputasi, dan penyakit jantung.
Kesimpulan
Gejala diabetes tidak selalu jelas. Banyak tanda awal yang jarang diketahui dan sering dianggap sepele. Mengenali perubahan kecil pada tubuh dapat menyelamatkan Anda dari komplikasi jangka panjang.
Pemeriksaan rutin dan gaya hidup sehat adalah investasi terbaik untuk masa depan bebas diabetes.