IHSG Masih Merah, Jadi Indeks Saham Terlemah di Asia Pagi Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka di zona merah pada awal perdagangan hari ini, Selasa (3 Februari 2026). Tekanan jual masih membayangi pasar saham domestik setelah sehari sebelumnya IHSG mengalami koreksi tajam hampir 5%, menjadikannya salah satu penurunan terdalam dalam beberapa bulan terakhir.
Pada pembukaan perdagangan pagi, IHSG berada di level 7.888,77, melemah 0,43% dibandingkan penutupan sebelumnya. Meski sempat mencoba memangkas pelemahan, pergerakan indeks masih menunjukkan tekanan.
Hingga pukul 09.04 WIB, IHSG tercatat turun 0,42% ke posisi 7.889,52, menandakan sentimen pasar belum sepenuhnya pulih dari guncangan kemarin.
IHSG Sentuh Level Terendah dalam 4,5 Bulan
Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup anjlok 4,88% ke level 7.922,73. Capaian tersebut menjadi posisi terendah sejak 12 September 2025, atau sekitar empat setengah bulan terakhir. Tekanan ini memicu kekhawatiran investor, terutama di tengah kondisi pasar global yang mulai menunjukkan pemulihan.
Koreksi tajam IHSG ini membuat pasar saham Indonesia tertinggal dibandingkan bursa-bursa utama Asia yang justru bergerak positif pada pagi hari.
Bursa Asia Menguat, IHSG Tertinggal
Berbeda dengan IHSG, mayoritas indeks saham di kawasan Asia mencatatkan penguatan signifikan. Berikut pergerakan bursa Asia pada perdagangan pagi ini:
Nikkei 225 (Jepang) melonjak 3,16%
Hang Seng (Hong Kong) naik 0,83%
Shanghai Composite (China) menguat 0,41%
Kospi (Korea Selatan) melesat 1,44%
Nifty 50 (India) naik 1,06%
Straits Times (Singapura) bertambah 0,83%
KLCI (Malaysia) menguat 0,44%
PSEI (Filipina) naik 0,67%
Dengan mayoritas indeks regional berada di zona hijau, IHSG tercatat sebagai indeks saham dengan kinerja terlemah di Asia pada awal perdagangan hari ini.
Tekanan beruntun yang dialami IHSG menunjukkan investor masih bersikap hati-hati, terutama setelah koreksi tajam yang terjadi dalam waktu singkat. Pelaku pasar kini menantikan sentimen lanjutan, baik dari faktor domestik maupun global, untuk melihat apakah IHSG mampu segera melakukan pemulihan atau justru melanjutkan tren pelemahan.