Sungai Deli Meluap, Banjir Rendam Rumah Warga Medan Maimun hingga 3 Meter

Banjir kembali menerjang kawasan bantaran Sungai Deli, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Sumatera Utara. Luapan sungai pada Senin malam, 24 Agustus 2026, membuat sejumlah rumah warga terendam dengan ketinggian air yang dalam beberapa lokasi mencapai sekitar 3 meter.
Banjir mulai terjadi pada malam hari dan berlangsung cukup cepat. Memasuki Selasa pagi, 25 Agustus 2026, debit air mulai berangsur turun. Warga kemudian langsung bergotong royong membersihkan rumah dari lumpur dan menyelamatkan barang-barang yang masih bisa digunakan.
Banjir Sungai Deli Naik dengan Cepat
Salah seorang warga Sei Mati, Mardiwal (55), mengatakan air Sungai Deli mulai meluap sekitar pukul 22.00 WIB. Dalam waktu singkat, air masuk ke permukiman dan terus meninggi.
Menurut Mardiwal, ketinggian banjir di sekitar rumahnya hampir mencapai loteng. Kondisi tersebut membuat warga harus segera mengamankan barang berharga serta dokumen penting sebelum air semakin tinggi.
Mardiwal memilih memindahkan dokumen dan barang berharga ke bagian loteng rumah. Sementara istri dan anaknya dievakuasi ke rumah kerabat yang dianggap lebih aman.
Air mulai berangsur surut sekitar pukul 03.30 WIB. Namun, surutnya air meninggalkan persoalan baru bagi warga karena lumpur tebal memenuhi bagian dalam rumah.
Lumpur Banjir Sungai Deli Capai Setinggi Betis
Setelah genangan surut, rumah Mardiwal dipenuhi lumpur dengan ketinggian mencapai betis. Lumpur tersebut membuat aktivitas warga semakin sulit karena harus dibersihkan secara manual.
Kondisi serupa juga terlihat di sejumlah rumah warga lainnya. Kendaraan dipindahkan ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari kerusakan akibat genangan.
Permukiman di kawasan Sei Mati memang berada di dataran yang relatif rendah. Kondisi tersebut membuat warga menjadi salah satu kelompok yang paling cepat terdampak ketika Sungai Deli mengalami kenaikan debit air.
Banjir Terparah Selama Agustus 2026
Kepala Lingkungan 9 Sei Mati, Rozy, menyebut banjir yang terjadi pada Senin malam merupakan salah satu banjir dengan ketinggian paling tinggi selama Agustus 2026.
Yang membuat warga semakin khawatir, banjir terjadi ketika hujan tidak turun deras di kawasan permukiman. Menurut keterangan warga, kondisi tersebut diduga berkaitan dengan banjir kiriman dari wilayah hulu Sungai Deli.
Kenaikan air juga berlangsung sangat cepat. Warga harus segera menaikkan kendaraan dan barang-barang penting ke lokasi yang lebih tinggi.
Rumah Rozy yang berada di kawasan lebih tinggi dibandingkan sebagian rumah warga lainnya juga ikut terdampak. Genangan di rumahnya mencapai sekitar 1,5 meter.
Warga Medan Maimun Bersihkan Rumah
Setelah air mulai surut pada Selasa pagi, aktivitas warga beralih pada proses pembersihan rumah. Lumpur, sampah, dan material yang terbawa arus harus dikeluarkan dari dalam rumah.
Sejumlah warga juga masih berjaga untuk mengantisipasi kemungkinan naiknya kembali debit Sungai Deli.
Bantuan awal untuk warga terdampak mulai berdatangan. Rozy mengatakan sebagian warga telah menerima bantuan makanan berupa sarapan. Sementara itu, warga masih menunggu bantuan lebih lanjut, termasuk kemungkinan dukungan berupa perahu apabila kondisi banjir kembali memburuk.
Warga Bantaran Sungai Deli Diminta Tetap Waspada
Banjir Sungai Deli yang mencapai sekitar 3 meter menunjukkan tingginya risiko yang dihadapi masyarakat yang tinggal di kawasan bantaran sungai.
Kecepatan kenaikan air menjadi salah satu persoalan utama. Warga perlu mengantisipasi sejak awal dengan menempatkan dokumen penting, barang berharga, obat-obatan, serta peralatan elektronik di lokasi yang lebih tinggi.
Kendaraan juga sebaiknya segera dipindahkan apabila terdapat tanda-tanda kenaikan debit sungai. Evakuasi anggota keluarga, khususnya anak-anak dan lansia, perlu menjadi prioritas ketika genangan mulai meningkat.
Banjir di Medan Maimun ini kembali menjadi pengingat bahwa masyarakat yang tinggal di sekitar Sungai Deli menghadapi ancaman banjir yang dapat datang dalam waktu relatif cepat.
Banjir Sungai Deli di Medan Maimun pada 24 Agustus 2026 menyebabkan rumah warga di Kelurahan Sei Mati terendam hingga sekitar 3 meter. Setelah air surut, warga harus menghadapi lumpur setinggi betis dan kerusakan akibat genangan.
Peristiwa ini juga memperlihatkan besarnya dampak banjir kiriman bagi permukiman di kawasan rendah Kota Medan. Kewaspadaan warga dan respons cepat ketika debit Sungai Deli meningkat menjadi hal penting untuk mengurangi risiko terhadap keselamatan jiwa dan harta benda.