Widget HTML #1

🔥Flash Sale
02 : 45 : 30
Lihat Katalog →
Memuat produk promo...

Arya Sinulingga Kuasai Kursi Ketua PSSI Sumut hingga 2030

 

MEDAN, Karo Gaul. Arya Sinulingga resmi terpilih sebagai Ketua Asosiasi Provinsi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia Sumatera Utara atau Asprov PSSI Sumut untuk periode 2026 hingga 2030. Arya terpilih secara aklamasi dalam Kongres Luar Biasa PSSI Sumatera Utara yang berlangsung di Aula Raja Inal Siregar, Medan, Senin, 12 Oktober 2026.

Pemilihan tersebut berlangsung setelah dua kandidat lainnya, Benny Tomasoa dan Julius Raja, mengundurkan diri dari pencalonan. Dengan demikian, Arya menjadi satu satunya kandidat yang tersisa hingga akhirnya ditetapkan sebagai ketua terpilih.

Hasil kongres ini menandai dimulainya kepemimpinan baru di tubuh PSSI Sumatera Utara. Sejumlah pekerjaan penting menanti, terutama terkait pembinaan pemain muda, peningkatan kualitas kompetisi lokal, serta pengembangan sepak bola di berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Utara.

Arya Sinulingga Pimpin PSSI Sumatera Utara Periode 2026 hingga 2030

Asprov PSSI Sumut menyampaikan ucapan selamat kepada Arya Sinulingga melalui akun Instagram resminya pada Senin, 12 Oktober 2026.

Organisasi tersebut berharap kepemimpinan Arya mampu membawa sepak bola Sumatera Utara berkembang lebih jauh, baik dari sisi prestasi maupun pembinaan talenta lokal.

PSSI Sumatera Utara juga menaruh harapan agar kepengurusan baru dapat melahirkan pemain berkualitas yang berpeluang memperkuat klub profesional hingga tim nasional Indonesia.

Tantangan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pencapaian di lapangan. Pembinaan usia dini, kompetisi yang berkesinambungan, kualitas sumber daya manusia, serta pengelolaan organisasi juga menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem sepak bola daerah.

Benny Tomasoa dan Julius Raja Mundur dari Pencalonan

Terpilihnya Arya Sinulingga secara aklamasi tidak terlepas dari mundurnya dua kandidat lain dalam proses pemilihan Ketua PSSI Sumut.

Ketua Komite Kongres Pemilihan Ketua PSSI Sumut, Indra Feriadi, menjelaskan bahwa Benny Tomasoa lebih dahulu menyampaikan pengunduran diri secara tertulis pada pagi hari sebelum kongres berlangsung.

Sementara itu, Julius Raja menyatakan mundur dari pencalonan ketika berada dalam forum Kongres Luar Biasa.

Setelah kedua kandidat tersebut tidak lagi melanjutkan pencalonan, Arya menjadi satu satunya calon yang memenuhi tahapan pemilihan. Forum kongres kemudian menetapkan Arya sebagai ketua terpilih secara aklamasi sesuai ketentuan yang berlaku dalam proses pemilihan.

Kongres Luar Biasa Asprov PSSI Sumut diikuti 48 pemilik suara atau voters. Jumlah tersebut terdiri dari 33 perwakilan Asosiasi Kabupaten dan Asosiasi Kota serta 15 perwakilan klub sepak bola.

Keterlibatan para pemilik suara tersebut menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan dalam pemilihan kepemimpinan organisasi sepak bola tingkat provinsi.

Arya Sinulingga Masih Menjabat Anggota Exco PSSI

Sebelum terpilih sebagai Ketua PSSI Sumut, Arya Sinulingga telah menjabat sebagai anggota Komite Eksekutif atau Exco PSSI periode 2023 hingga 2027.

Arya juga sebelumnya menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas atau Plt Ketua PSSI Sumatera Utara sebelum mengikuti proses pemilihan dalam Kongres Luar Biasa.

Dengan mandat baru untuk periode 2026 hingga 2030, Arya akan memimpin organisasi sepak bola tingkat provinsi sekaligus menyelesaikan masa jabatan sebagai anggota Exco PSSI sesuai periode yang telah ditetapkan.

Posisi tersebut membuat kiprah Arya di tingkat daerah dan nasional menjadi perhatian, terutama dalam kaitannya dengan koordinasi program pembinaan serta pengembangan kompetisi sepak bola.

Tantangan PSSI Sumut di Bawah Kepemimpinan Arya Sinulingga

Kepemimpinan Arya Sinulingga menghadirkan sejumlah agenda penting bagi perkembangan sepak bola Sumatera Utara.

Salah satu pekerjaan utama adalah memperkuat pembinaan pemain muda agar klub dan akademi sepak bola di daerah memiliki jalur pengembangan yang lebih terarah. Potensi pemain dari berbagai kabupaten dan kota perlu mendapatkan kesempatan untuk berkembang melalui kompetisi yang teratur.

Peningkatan kualitas kompetisi lokal juga menjadi faktor penting. Kompetisi yang berjalan konsisten dapat membantu pemain memperoleh pengalaman bertanding sekaligus memberi ruang bagi klub untuk meningkatkan kualitas permainan.

Selain itu, pemerataan pembinaan di berbagai daerah perlu menjadi perhatian. Potensi sepak bola Sumatera Utara tidak hanya berada di Kota Medan, tetapi juga tersebar di wilayah lain yang memiliki komunitas dan klub sepak bola.

Tantangan berikutnya adalah membangun tata kelola organisasi yang transparan, memperkuat koordinasi dengan Askab dan Askot, serta meningkatkan dukungan terhadap klub yang berkompetisi di tingkat daerah.

Hasil dari program tersebut akan menjadi salah satu tolok ukur perjalanan kepengurusan PSSI Sumut selama empat tahun mendatang.

Terpilihnya Arya Sinulingga sebagai Ketua Asprov PSSI Sumut periode 2026 hingga 2030 kini membuka babak baru bagi sepak bola Sumatera Utara. Perhatian berikutnya tertuju pada langkah konkret kepengurusan dalam meningkatkan kualitas kompetisi, memperluas pembinaan pemain muda, dan mendorong lahirnya prestasi sepak bola daerah di tingkat nasional.