-->

Wisata Medan

medan bogor

Trending

Guru Patimpus, Putra Karo Pendiri Kota Medan

Publikasi 13 April 2016
pelawi 
Guru Patimpus (Pa Timpus) adalah seorang putra Karo yg mendirikan kota Medan. Kata Medan sendiri diambil dari kata Madaan. Dalam salah satu Kamus Karo-Indonesia yang ditulis oleh Darwin Prinst(2002), bahwa Kata Madaan berarti “menjadi sehat”, “lebih baik”ataupun dalam bahasa karo sama dengan malem.   
Guru Patimpus Sembiring Pelawi berasal dari Tanah Karo, dilahirkan di desa Aji Jahe, kec. Tiga Panah. Guru Patimpus hidup sekitar akhir abad ke-16 dan awal abad ke-17. Pada zamannya, Guru Patimpus dikenal sebagai seorang dukun besar, thabib ahli pengobatan suku Karo atau Guru Mbelin Sibeluh Erbahan Tambar
Di kota Medan terdapat monumen Guru Patimpus yang didirikan dari jerih payah dan swadaya masyarakat khususnya masyarakat Karo yang diresmikan pada tanggal 23 Maret 2005. Pemerintahan Kota (Pemko) Medan juga telah memberikan penghargaan terhadap Guru Patimpus dengan ditetapkannya Hari Jadi Kota Medan pada tanggal 1 Juli 1590 dan kemudian memberikan nama kepada salah satu jalan di Petisah dengan nama jalan Guru Pa Timpus.
http://willemandrea.blogspot.com
Berdasarkan catatan sejarah, Medan pertama kali ditempati oleh orang-orang Suku Karo. Setelah Sultan Iskandar Muda (penguasa Aceh) mengirimkan panglimanya Gocah Pahlawan/ Laksamana Khoja Bintan dan melalui politik perkawinannya dengan anak perempuan datuk Sunggal yang bernama Nang Baluan Beru Surbakti maka Gojah Pahlawan akhirnya menjadi wakil Kerajaan Aceh di Tanah Deli. Dari perkawinan ini awalnya Kerajaan Deli mulai berkembang medan.

Baca Juga :

Perkembangan ini ikut mendorong pertumbuhan dari segi penduduk maupun kebudayaan Medan. Di masa pemerintahan Sultan Deli kedua Tuanku Panglima Parunggit (1669-1698), terjadi sebuah perang kavaleri di Medan. Sejak saat itu, Medan harus membayar upeti kepada Sultan Deli.

Tahun 1879, Medan menjadi pusat pemerintahan dan ibukota Asisten Residen Deli dipindahkan dari Labuhan ke Medan. Pada 1 Maret 1887, ibukota Residen Sumatera Timur dipindahkan juga dari Bengkalis ke Medan, dan Istana Kesultanan Deli yang semula berada di Kampung Bahari (Labuhan) juga pindah dengan selesainya pembangunan Istana Maimoon pada tanggal 18 Mei 1891 sehingga Ibukota Deli telah resmi pindah ke Medan.

Pada tahun 1915 Residensi Sumatera Timur ditingkatkan kedudukannya menjadi Gubernemen dan tahun 1918 Kota Medan resmi menjadi Gemeente (Kota Praja) dengan Walikota Baron Daniel Mac Kay. Berdasarkan Acte van Schenking (Akte Hibah) No. 97, Notaris J.M. de-Hondt Junior, tanggal 30 Nopember 1918, Sultan Deli menyerahkan tanah kota Medan kepada Gemeente Medan, sehingga Medan resmi menjadi wilayah di bawah kekuasaan langsung Hindia Belanda. 
Pada masa awal Kotapraja ini, Medan masih terdiri dari 4 kampung, yaitu Kampung Kesawan, Kampung Sungai Rengas, Kampung Petisah Hulu dan Kampung Petisah Hilir.

http://willemandrea.blogspot.com
Geriten miniatur rumah adat karo di lapangan Merdeka Medan yang di bangun oleh walikota gementee Medan, Baron Daniel Mac Key tahun 1930
http://willemandrea.blogspot.com
Pidato sambutan walikota Gementee Medan Baron Daniel Mac Key ketika menerima pilot pertama mendarat di polonia medan 1928 di bawah ada putri Karo menyambut dengan tudung mbiring dan bunga


http://willemandrea.blogspot.com
Putri Karo ikut menjadi gadis penyambut tamu pilot pertama mendarat di Polonia Medan di depan kantor Gementee Medan dengan walikota pertama medan Mr Baron Daniel Mac key tahun 1928

http://willemandrea.blogspot.com
Geriten balai runggu raja atau sibayak yang banyak di bangun pada tahun 1850 hingga 1949 di Koeta Madaan, Laoe Cih, Pancoer Batoe, Soenggal, Pa Toembak, Amparen Pirak, Tanjoeng Merawa, Poeloe Berayan, dll. Namun habis terbakar pada jaman revolusi kemerdekaan sekitar tahun 1947 hingga 1949
http://willemandrea.blogspot.com
Panggung festival Karo 2015 yang di bangun oleh putra terbaik karo di lapangan merdeka medan,  85 tahun kemudian setelah geriten di bangun Baron Daniel Mac key 1930
***Yuk Pakai Kesing Orang Sumut***
-Kesing Toba & Karo-

keisng batak

case karo

Info Pemesanan : 
casing karo

Artikel

Baca Artikel Lainnya

Review Product

Artikel

Jasa Pengiriman
Bank Transfer
Copyright © 2022 |Karo Gaul
%0
%100
%17
%20
%25
%30
%40
%50
%60
+0
+100
+1000
+10000
+10500
+12000
+150
+1600
+200
+2000
+250
+300
+3100
+350
+400
+4000
+50
+500
+550
$0
$100000
$12000
$120000
$1200000
$1400000
$150000
$1520000
$17000
$185000
$198000
$20000
$200000
$240000
$2400000
$250000
$2520000
$260000
$280000
$300000
$350000
$3600000
$40000
$400000
$42000
$440000
$50000
$500000
$52000
$60000
$600000
$7000
$70000
$700000
$750000
$800000
$97000
aceh
Alat Cuci Motor
APD
artikel
bali
bandung
berastagi
binjai
bogor
brando mamana
cayon
ciamis
cirebon
dairi
danautoba
deliserdang
desliserdang
disinfektan
dompet
dompet custom
Face Shield
garut
Hand Sanitizer
Helm
Helm Gaul
humbanghasudutan
islam
jakarta
Jaket
Jaket Karo
jam
jam custom
jogja
kalbar
kampus
kaos
Kaos Batak
Kaos Karo
Kaos Kemerdekaan
karanganyar
karo
karo artis
karo gaul
karo gokil
karo islam
karo kuliner
karo news
karo puisi
karo sumatera
karo unik
KBB
Kesing
Kesing Batak
Kesing Batik
Kesing Jawa
Kesing Karo
Kesing Simalungun
Kesing Toraja
Kesing uang
Koas Karo
kolom
kopi
kopi bali
kotabatu
kuliner
kuningan
kurma
labuhanbajo
landak
langkat
lombok
lumajang
madu
majalengka
makanan
malang
maluku
masker
masker corona
masker custom
masker hijab
masker karo
masker scuba
maskes custom
medan
minum
Minyak Karo
Mug
Mug & Tumbler
munte
news
pajak
parapat
pariaman
payakumbuh
Photobook
Photobook Karo
Polaroid
pop socket
powerbank
powerbank batak
powerbank karo
Probolinggo
produk
Promo
Q&A
Reseller
sabang
samosir
sandal
sandal karo
sandalcustom
semarang
serdangberdagai
siantar
sibolangit
sibolga
simalungun
singgamanik
siosar
solo
solok
sukabumi
sumaterabarat
sumedang
sumut
tapsel
tapteng
taput
tasikmalaya
tiger karo
tobasa
Topi
topi coronar
Topi Karo
tumbler
Tumbuk lada
video
vintage
viral