Produk Pilihan

Kesing Karo

Produk Terbaru

Cara Orang Karo Mengalahkan Pasukan Gajah Mada Tempo Dulu

Publikasi 17 September 2016
















Riong Medan News - Masih Ingat Gajah Mada ?, Sang Maha Patih Kerajaan Majapahit pada abad 14? Maha Patih yang mengeluarkan Sumpah Yang Sangat Terkenal dan digembar-gemborkan itu ? Sumpah Palapa. Sumpah yang sangat dibanggakan penulis sejarah, karena dianggap mampu menyatukan Nusantara.

Logikanya sesorang bersumpah ketika dia mengalami kekalahan. Atau ketika dia mengalami sebuah kemunduran. Bisa karena ditolak, tidak dipercaya atau pun diragukan kemampuannya atau komitmennya.

Kalah? Pernah berfikir dimana Gajah Mada kalah sehingga bersumpah? Kalau Anda belum pernah tahu dimana Gajah Mada Kalah, bacalah baik baik. Ternyata dia kalah di Kuta Buluh, ketika berperang dengan Suku Karo? Tidak percaya?

Dalam buku Karo Dari Jaman ke Jaman, yang disusun Brahma Putro, terbitan Yayasan Massa,Medan 1981,
pada halaman 134 ditulis sebagai berikut :
Pada tahun 1339 Masehi lasykar  Mojopahit yang langsung dikomandoi Patih Gajah Mada memulai menyerang dan berencana menduduki Kerajaan Haru/Wampu dan Haru Kuta Buluh . Namun Kerajaan Haru melawan dan membalas serangan Pasukan Gajah Mada, sehingga hal ini menimbulkan kemarahan Patih Gajah Mada dan muncullah sumpahnya yang sangat terkenal itu.
Bagaimana caranya orang  Karo menghalau pasukan Gajah Mada yang amat kuat itu?, dituliskan di halaman 140.

Panglima Sijagat Kembaren yang merupakan Kalimbubu Raja Kuta Buluh meminta kepada Anak Beru nya Raja Kuta Buluh untuk segera memerintahkan rakyatnya mengambil duri-duri ketang (rotan) dan duri-duri daun anyaman ke hutan untuk menjadi perumus ranjau ranjau darat, yang dinamakannya Bujang Bujang Sipitu. Bujang Bujang Sipitu ini dicampur dengan racun Ipuh Sipolar. Lalu ditabur disekeling benteng Pasukan Gajah Mada, selain itu dijadikan juga eltep (sumpitan) yang membuat Pasukan Gajah Mada banyak yang tewas, dan sisanya lari terbirit-birit ke Laut.

Ternyata ada sejarah yang amat bernilai di Sumatra paling tidak di dalam pengalaman  Karo, penguasa Kerajaan Haru Namun tidak pernah terangkat ke permukaan, menjadi bagian dari Sejarah Nasional. Mengapa? Mengapa sejarah Sumatra tidak diangkat ? mungkinkah karena Sumatra bukan Jawa ?

Gajah Mada sendiri tidak jelas asal usulnya. Apakah Gajah Mada memang berasal dari suku Jawa ?, karena sulit dipahami orang Jawa kala itu memberi nama anaknya Gajah yang bukan binatang asli nama dari masyarakat pulau Jawa. Lalu penggalan nama belakangnya “Mada”. Apakah kata Mada berasal dari kosakata Jawa ? Sedangkan dalam bahasa  Karo, Mada artinya "Hebat", Simada artinya yang hebat. Gajah Mada dengan demikian mempunyai makna “orang besar seperti gajah yang hebat”.
Di dekat Berastagi, sebuah desa di Tanah Karo, ada sebuah desa bernama desa Gajah. 

Ulasan bisa saja tidak objektif, tapi jangan-jangan dalam Sejarah Nasional kita ada Pembohongan.

sumber:
  • http://sejarah.kompasiana.com
  • http://sopopanisioan.blogspot.com
  • wikipedia
  • dan sumber lain

Artikel

Baca Artikel Lainnya

Review Product

Artikel

Jasa Pengiriman
Bank Transfer
Copyright © 2018 Karo Gaul - All Rights Reserved
%10
%17
%20
%25
%30
%40
+100
+300
+350
+500
$100000
$150000
$200000
$240000
$250000
artikel
batak news
brando mamana
distro karo gaul
dunia karo
education
ekonomi
humor
islam
Jaket
Jaket Karo
kampus
kaos
Kaos Karo
kaos karo gaul
karo artis
karo gaul
karo gokil
karo islam
karo kuliner
karo news
karo puisi
karo sejarah
karo sumatera
karo unik
karo wisata
KBB
Kesing
Kesing Karo
kolom
kompas
langka
laucih
Mata Najwa
medan
meme karo
Millennial
modus
motivasi
Mug
Mug Karo
nasional
news
Ng. Sembiring
nias news
peristiwa
Potret
produk
Promo
Q&A
riong
sadis
singgamanik
store
sumut
Theodorus Ginting
tiger karo
Topi
Topi Karo
trending
video
viral