Widget HTML #1

BUMI Kuasai Transaksi BEI, Nilai Perdagangan Tembus Rp 5,29 Triliun

Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi bintang utama pada perdagangan Selasa (11/11/2025). Emiten batu bara yang kini bernaung di bawah Grup Bakrie dan Salim tersebut berhasil mendominasi aktivitas pasar dengan nilai transaksi mencapai Rp 5,29 triliun, atau hampir 20% dari total transaksi harian Bursa Efek Indonesia (BEI) sebesar Rp 27,48 triliun.

Data Stockbit Sekuritas mencatat, saham BUMI melonjak 32% ke level Rp 198 pada akhir sesi. Volume perdagangan mencapai 28,65 miliar saham, dengan frekuensi transaksi 357.565 kali. Angka ini menjadikan BUMI sebagai saham dengan volume, nilai, dan frekuensi terbesar pada perdagangan hari itu.

Aksi Korporasi Dongkrak Harga

Lonjakan harga saham BUMI tak lepas dari selesainya proses akuisisi tambang emas di Australia. Dalam laporan kepada otoritas bursa, Direktur Bumi Resources RA Sri Dharmayanti menyebutkan bahwa perseroan telah menuntaskan pembelian 400.670 saham Wolfram Limited (0,32%) pada 7 November 2025.

Transaksi tersebut menjadi kelanjutan dari akuisisi sebelumnya, sehingga BUMI kini resmi menguasai 100% saham Wolfram Limited dengan total nilai Rp 698,98 miliar atau sekitar 63,5 juta dolar Australia.

Sebelumnya, pada 7 Oktober 2025, BUMI telah membeli 126.599.340 saham atau 99,68% kepemilikan senilai Rp 696,78 miliar. Pembayaran tahap kedua diselesaikan pada 7 November 2025.

“Dengan rampungnya akuisisi Wolfram Limited, perseroan memperkuat diversifikasi dan menambah sumber pendapatan di luar batu bara,” ujar Sri Dharmayanti.

Pada hari pengumuman transaksi tersebut, harga saham BUMI juga sempat menguat 6,38% ke posisi Rp 150 dengan nilai transaksi Rp 501 miliar.

BUMI Kian Agresif Diversifikasi Bisnis

Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta Utama, menilai kenaikan harga saham dipicu ekspansi agresif BUMI di sektor non-batu bara.

BUMI kini menargetkan kontribusi pendapatan non-batu bara mencapai 50% pada 2030, melalui akuisisi tambang emas di Australia, termasuk 99,68% saham Wolfram Limited serta 41,36% saham Jubilee Metals Limited (JML).

Langkah tersebut dinilai akan memperkuat cadangan emas dan tembaga perseroan dalam jangka panjang.

Investor Besar Masuk, Kepercayaan Meningkat

Pendiri Republik Investor, Hendra Wardana, menyebut struktur pemegang saham BUMI kini semakin kuat di level global. Data Bloomberg menunjukkan:

Pemegang Saham Porsi Keterangan
Mach Energy Hongkong Ltd 45,78% kendaraan investasi Salim Group
Chengdong Investment Corporation 9% anak usaha tidak langsung China Investment Corporation (CIC)

Kehadiran Salim Group dan CIC memperkuat posisi BUMI di rantai pasok energi regional, terutama ekspor ke China.

“Dengan dukungan modal dari investor besar, BUMI kini menjadi salah satu kekuatan batu bara terbesar di Asia,” ujar Hendra.