IHSG Berpeluang Uji Level 8.400–8.450, Enam Saham Ini Jadi Incaran Investor

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melanjutkan reli dan kembali menguji area 8.400–8.450 pada awal pekan. Untuk perdagangan Senin, 10 November 2025, pelaku pasar disarankan memantau sejumlah saham unggulan seperti ASII hingga ISAT.
Secara teknikal, level resistance IHSG berada di kisaran 8.450, dengan support di 8.200 dan pivot di 8.300.
✅ IHSG Cetak Rekor Lagi
Pada penutupan perdagangan Jumat, 7 November 2025, IHSG naik 0,69% ke 8.394,5, sekaligus mencetak rekor all time high (ATH) terbaru.
Kenaikan indeks mendapat dorongan dari:
-
Penguatan likuiditas pasar domestik
-
Data cadangan devisa Oktober yang positif
-
Menguatnya rupiah ke level Rp 16.690 per USD
Dalam satu pekan, IHSG sudah menanjak 2,83%, menurut catatan Phintraco Sekuritas.
✅ Cadangan Devisa Naik dan Jadi Penopang Sentimen
Cadangan devisa RI meningkat menjadi US$ 149,9 miliar di Oktober 2025, dari sebelumnya US$ 148,7 miliar. Angka ini cukup untuk membiayai:
✔ 6,2 bulan impor, atau
✔ 6 bulan impor + pembayaran utang luar negeri pemerintah
Jumlah tersebut jauh di atas standar internasional, yaitu minimal 3 bulan impor.
✅ Sinyal Teknis Masih Bullish
-
Weekly chart: mengindikasikan tren menguat masih berlanjut dalam jangka menengah-panjang
-
Daily chart: IHSG berada di area overbought, sehingga potensi koreksi kecil tetap ada, namun belum menjadi tanda pembalikan arah
IHSG juga berada pada upper band Bollinger, dengan band yang mulai melebar – artinya volatilitas siap meningkat dan momentum bullish relatif kuat.
Selama indeks mampu bertahan di area 8.250–8.300, peluang menuju 8.400–8.450 masih terbuka.
✅ Saham yang Layak Dipantau Pekan Ini
Phintraco Sekuritas menyebut beberapa saham menarik untuk disimak:
✅ WIFI
✅ ASII
✅ CDIA
✅ TOBA
✅ BRPT
✅ ARTO
Dengan sentimen positif dari penguatan rupiah, naiknya cadangan devisa, dan aliran likuiditas ke pasar domestik, IHSG masih punya peluang untuk mencetak rekor baru pada level 8.400–8.450. Namun, pelaku pasar perlu tetap waspada karena area overbought dapat memicu koreksi teknikal jangka pendek.
Enam saham pilihan mulai dari ASII, BRIS, BBNI, KLBF, INTP hingga ISAT bisa menjadi fokus trading pada awal pekan.