Widget HTML #1

Karena Proses Himbara Terlalu Lambat, Skema Pembiayaan Koperasi Diubah Pemerintah ke Pola Capex

Bayangkan sebuah desa kecil yang punya klinik sendiri, gerai sembako dengan harga terjangkau, unit simpan pinjam, gudang penyimpanan dingin untuk hasil panen, hingga kendaraan operasional yang siap antar kebutuhan warga. Gambaran ini bukan lagi sekadar rencana. Pemerintah sedang menyiapkannya di 80.000 titik lewat program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Namun, membangun koperasi bukan pekerjaan sederhana. Dulu, sistemnya mengharuskan koperasi mengajukan proposal dan menunggu persetujuan bank Himbara. Proses panjang ini dikhawatirkan memperlambat pembangunan di lapangan.

Karena itu, pemerintah mengubah strateginya.

Skema Baru, Infrastruktur Jadi Prioritas

Sekretaris Kementerian Koperasi, Ahmad Zabadi, menjelaskan bahwa pembiayaan kini dialihkan menjadi investasi capital expenditure (capex) sebesar Rp2,5 miliar dari total Rp3 miliar untuk setiap unit koperasi.

Artinya, dana langsung difokuskan untuk membangun fasilitas fisik, bukan hanya administrasi di atas kertas.

“Infrastruktur seperti gerai, gudang, kendaraan, hingga klinik dan apotek harus ada dulu supaya koperasi bisa langsung bekerja untuk warga,” kata Zabadi, Jumat (7/11/2025).

Sisa Rp500 juta akan dipakai sebagai modal operasional agar koperasi tidak sekadar memiliki bangunan, tapi benar-benar bergerak dan bermanfaat.

Dikerjakan oleh Agrinas, Didukung TNI

Pengerjaan fisik dilakukan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) dengan dukungan TNI. Setiap koperasi wajib memiliki tujuh fasilitas utama:

  • Kantor koperasi

  • Gerai sembako

  • Unit simpan pinjam

  • Klinik desa

  • Apotek desa

  • Cold storage

  • Gudang logistik

Tujuannya jelas: koperasi jadi pusat ekonomi baru di desa, bukan sekadar papan nama.

Target Besar Selesai Maret 2026

Pemerintah mencatat lebih dari 8.000 unit sudah mulai dibangun. Targetnya tak main-main pada November, data tanah yang masuk diharapkan mencapai 40.000 bidang. Dari jumlah itu, 20.000 titik akan mulai pembangunan.

Desember dilakukan percepatan lagi: 40.000–50.000 titik baru mulai dikerjakan. Jika semua berjalan sesuai rencana, pembangunan fisik 80.000 koperasi didorong selesai pada Maret 2026.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menambahkan bahwa pendanaan dilakukan melalui skema kredit bank Himbara yang disalurkan ke PT Agrinas untuk membangun gerai dan fasilitas operasional.

Dengan skema baru ini, pemerintah berharap koperasi desa bukan lagi formalitas, tapi benar-benar hidup, bergerak, dan jadi tulang punggung ekonomi lokal.