Audry Quinzha Putri Bangun Lolos Paskibraka Sumut 2026, Putri Perwira TNI Asal Karo Menuju Seleksi Nasional

Tidak semua perjuangan lahir di tengah gemerlap kota besar. Ada perjuangan yang tumbuh dari tanah pegunungan, dari lapangan latihan yang sunyi, dari kerinduan seorang anak kepada ayahnya yang sedang bertugas menjaga negeri.
Audry Quinzha Putri Bangun, siswi muda asal Kabupaten Karo, berhasil mencatat langkah membanggakan setelah dinyatakan lolos seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026 dan bersiap menuju seleksi nasional. Di usia yang masih sangat muda, Audry membawa harapan besar masyarakat Karo untuk melihat putri daerah berdiri tegak di Istana Negara, mengibarkan Sang Merah Putih di hadapan Indonesia.
Namun di balik pencapaian itu, ada cerita yang jauh lebih dalam daripada sekadar prestasi.
Audry lahir di Kabanjahe pada 6 Februari 2010. Sejak kecil, kehidupan disiplin dan pengabdian sudah akrab dalam kesehariannya. Sang ayah, Letda Inf Hendri Bangun, merupakan perwira TNI AD yang berdinas di Yonif 121/Macan Kumbang dan saat ini tengah menjalankan tugas operasi di Papua.
Jarak memisahkan keluarga mereka. Tetapi cinta, doa, dan semangat pengabdian justru terasa semakin kuat.
Di saat sang ayah menjalankan tugas negara di ujung timur Indonesia, Audry memilih berjuang di Tanah Karo dengan caranya sendiri. Bukan di medan perang, melainkan di lapangan latihan, dengan barisan langkah yang harus presisi, fisik yang harus kuat, dan mental yang harus kokoh.
Perjalanan menuju seleksi nasional tentu tidak mudah. Semua diraih melalui latihan panjang dan disiplin yang keras. Hampir setiap hari, Audry menjalani pembinaan fisik, mental, dan baris-berbaris di Makodim 0205/Tanah Karo, Desa Raya, Berastagi.
Dua pelatih dari Sipersdim Kodim 0205/Tanah Karo, Serka Reston Lubis dan Koptu Lidon Tampubolon, menjadi sosok yang turut menempa semangat dan kemampuannya. Tidak hanya melatih kekuatan fisik, keduanya juga membangun karakter Audry agar mampu tampil sebagai pribadi yang disiplin, percaya diri, dan siap bersaing dengan calon Paskibraka terbaik dari seluruh Indonesia.
Di lingkungan sekolah, Audry dikenal aktif dan memiliki semangat kompetitif tinggi. Siswi kelas X SMA Negeri 1 Kabanjahe ini sebelumnya juga berhasil meraih Juara 3 dalam Kejuaraan Daerah Bola Basket 5 On 5 Sumatera Utara memperebutkan Piala Dr. Sofyan Tan pada tahun 2025.
Prestasi di bidang olahraga membentuk daya juang dan ketahanan mentalnya. Sementara nilai disiplin dari keluarga militer membentuk keteguhan karakter yang kini membawanya menuju panggung nasional.
Audry bukan hanya membawa nama pribadi atau keluarga. Langkahnya kini membawa nama Kabupaten Karo, Sumatera Utara, bahkan harapan banyak generasi muda daerah yang ingin membuktikan bahwa anak-anak dari pelosok negeri juga mampu berdiri di barisan terbaik Indonesia.
Keberhasilan ini pun menjadi kebanggaan besar bagi masyarakat Tanah Karo. Dukungan dan doa terus mengalir dari berbagai pihak, mulai dari keluarga besar Kodim 0205/Tanah Karo, dunia pendidikan, hingga masyarakat yang berharap Audry mampu melangkah lebih jauh hingga pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka Nasional 2026.
Di tengah semua pencapaian itu, ada satu hal yang membuat kisah Audry begitu menyentuh: perjuangan ini lahir dari kerinduan, pengorbanan, dan semangat pengabdian kepada bangsa.
Seorang ayah menjaga merah putih di Papua. Seorang putri berjuang mengibarkan merah putih di Istana Negara.
Dua perjuangan berbeda, tetapi memiliki tujuan yang sama yaitu mengabdi untuk Indonesia.
Kisah Audry Quinzha Putri Bangun menjadi pengingat bahwa mimpi besar tidak mengenal asal daerah. Selama ada disiplin, kerja keras, dan doa yang tidak pernah putus, anak-anak daerah pun mampu melangkah hingga ke tingkat nasional dan membuat tanah kelahirannya bangga.