Express Eco Ekspedisi apa? Ini Hubungannya dengan Banjir Sumatera Utara

Belakangan ini banyak penjual dan pembeli di Shopee mengeluhkan munculnya layanan Express Eco, padahal layanan ini sebenarnya sudah tidak aktif lagi sejak 2025. Kebingungan semakin besar ketika status pesanan berubah menjadi “sedang diproses” tanpa kejelasan harus di-drop off kemana. Di tengah keresahan tersebut, ternyata ada hubungan erat antara munculnya Express Eco dengan bencana banjir yang melanda Sumatera Utara, salah satunya diberitakan oleh KaroGaul.com.
Apa Sebenarnya Express Eco?
Express Eco awalnya dikenal sebagai layanan pengiriman ekonomis, dengan ongkir yang lebih hemat namun waktu sampainya lebih panjang. Setelah kerja sama antara Shopee dan kurir terkait berakhir, layanan ini tidak lagi beroperasi secara normal.
Namun, meskipun secara resmi sudah tidak berjalan, nama “Express Eco” sesekali masih muncul di sistem. Inilah yang membuat banyak pengguna Shopee bertanya-tanya: kenapa layanan yang sudah tidak aktif bisa kembali muncul?
Mengapa Express Eco Muncul Lagi Saat Ini?
Pada kondisi tertentu, terutama ketika jalur logistik terganggu, Shopee menggunakan Express Eco sebagai “jalur virtual”. Artinya, layanan ini bukan benar-benar digunakan untuk mengirim barang, tetapi berfungsi sebagai status penundaan otomatis agar pesanan tidak langsung dibatalkan.
Hal ini terjadi karena sistem membaca bahwa:
-
jalur pengiriman tidak aman,
-
armada tidak bisa masuk ke lokasi,
-
atau ekspedisi tidak bisa mengambil barang dari seller.
Dengan kata lain, Express Eco muncul sebagai penanda masalah logistik, bukan sebagai opsi ekspedisi nyata.
Hubungan dengan Banjir Sumatera Utara
Menurut laporan yang diberitakan di KaroGaul.com, wilayah Sumatera Utara sedang dilanda banjir besar yang menelan korban jiwa hingga puluhan orang, mengakibatkan jalan rusak, jembatan putus, serta menghambat mobilitas kendaraan.
Kerusakan infrastruktur ini berdampak langsung pada:
-
jalur truk logistik yang terputus,
-
gudang ekspedisi yang tidak beroperasi,
-
kurir tidak bisa menjangkau beberapa kecamatan,
-
dan pengiriman dari/ke wilayah tertentu harus dihentikan sementara.
Shopee, yang membutuhkan sistem agar pesanan tidak otomatis batal, kemudian memindahkan pesanan ke Express Eco (virtual) untuk “menahan” transaksi sementara waktu.
Inilah mengapa pesanan tidak bisa dikirim, dan status pengiriman berhenti pada “sedang diproses”.
Mengapa Seller Tidak Bisa Drop Off?
Karena Express Eco bukan layanan aktif, tidak ada:
-
counter,
-
pickup,
-
maupun titik drop off.
Seller akhirnya kebingungan: barang tidak bisa diantar kemana pun, tetapi pesanan tetap masuk ke sistem.
Dalam kondisi banjir seperti ini, sistem Shopee memang memprioritaskan stabilitas pesanan daripada kecepatan pengiriman. Jadi, penundaan adalah hal yang tidak terhindarkan.
Apa yang Harus Dilakukan Seller dan Pembeli?
Untuk sementara:
Bagi Seller
-
Jangan mengirim barang melalui ekspedisi lain di luar sistem; hal ini berisiko.
-
Komunikasikan kondisi bencana ke pembeli.
-
Tunggu hingga Shopee mengubah kembali channel pengiriman ke layanan normal.
Bagi Pembeli
-
Pahami bahwa pengiriman tertunda karena bencana alam.
-
Bisa meminta refund jika barang sangat mendesak.
-
Atau menunggu hingga logistik kembali berjalan.
Munculnya Express Eco di Shopee bukanlah tanda bahwa layanan tersebut aktif kembali. Sebaliknya, itu adalah indikasi gangguan logistik, terutama akibat bencana banjir di Sumatera Utara yang merusak jaringan transportasi dan memperlambat pengiriman.
Shopee memanfaatkan Express Eco sebagai “ruang tunggu” agar pesanan tidak langsung hilang, sambil menunggu jalur pengiriman pulih.