Shopee Umumkan Penyesuaian Layanan Express Eco Akibat Banjir di Sejumlah Wilayah

Medan, 6 Desember 2025 — Shopee mengumumkan penyesuaian sementara pada layanan pengiriman mereka menyusul kondisi banjir yang berdampak pada operasional logistik di sejumlah daerah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pesanan tetap dapat diproses dan tidak mengalami pembatalan otomatis meski terjadi hambatan di lapangan.
Menurut informasi resmi yang diterima penjual, Shopee melakukan perubahan alur pengiriman untuk wilayah yang terdampak banjir. Beberapa layanan dialihkan sementara sebagai bentuk penanganan agar proses logistik tetap berjalan.
Layanan Regular dan Hemat Dialihkan ke Express dan Express Eco
Dalam pemberitahun tersebut, Shopee menegaskan bahwa pesanan yang memilih layanan tertentu akan dialihkan sementara ke layanan pengganti, yaitu:
-
Regular → Express
-
Hemat Kargo → Express Eco
Pengalihan ini bersifat otomatis dan berlaku sebagai penampung untuk pesanan yang masuk pada wilayah terdampak.
Batas Waktu Pengemasan Diperpanjang
Shopee juga memastikan bahwa batas masa pengemasan (DTS) akan diperpanjang secara berkala. Perpanjangan ini dilakukan agar penjual memiliki waktu tambahan dalam menyiapkan pesanan, mengingat kondisi lapangan yang belum stabil akibat cuaca ekstrem.
Penjual Tidak Dapat Mengatur Pengiriman Selama Penyesuaian
Selama pesanan masih berada dalam layanan Express atau Express Eco, penjual diberi tahu bahwa mereka:
-
Tidak dapat mengatur ulang pengiriman karena AWB otomatis akan gagal jika diubah manual.
-
Tidak perlu melakukan pengaturan pengiriman apa pun selama masa penyesuaian berlangsung.
Langkah ini dilakukan untuk mencegah kesalahan teknis pada sistem dan memastikan pesanan masuk ke jalur pengiriman yang tepat.
Shopee Imbau Penjual Tetap Memantau Kondisi Pengiriman
Shopee meminta seluruh penjual untuk terus memantau perkembangan informasi pengiriman melalui pusat informasi aplikasi. Perusahaan juga menegaskan bahwa kebijakan ini bersifat sementara dan dapat berubah menyesuaikan kondisi banjir di lapangan.
Penyesuaian operasional seperti ini dinilai penting mengingat cuaca ekstrem terus melanda berbagai daerah dan berpotensi mengganggu aktivitas logistik nasional.