Widget HTML #1

Perjuangan Putri Karo Aisah Wijayanti Putri Sembiring Brahmana: Tinggalkan Bayi Demi Harumkan Nama Indonesia

Perjuangan atlet para catur putri Indonesia, Aisah Wijayanti Putri Sembiring Brahmana, menjadi salah satu kisah paling menyentuh di ajang ASEAN Para Games (APG) 2025 Thailand. Putri asal Tanah Karo ini berhasil mempersembahkan lima medali untuk Indonesia, meski harus menjalani pengorbanan besar dengan meninggalkan anaknya yang masih berusia lima bulan.

Aisah mengaku keputusan tersebut bukanlah hal yang mudah. Saat masa pemusatan latihan nasional (pelatnas) hingga pertandingan berlangsung, Aisyah harus menitipkan buah hatinya kepada orang tua demi fokus membela Merah Putih.

“Selama pelatnas saya harus menitipkan anak ke orang tua. Rasanya sangat sedih meninggalkan anak yang baru lahir, tetapi demi Indonesia saya harus berjuang,” ujar Aisah di Nakhon Ratchasima, Senin.

Pengorbanan Seorang Ibu Demi Merah Putih

Anak Aisah lahir pada Agustus 2025, hanya beberapa bulan sebelum ASEAN Para Games digelar. Di tengah peran barunya sebagai seorang ibu, Aisah tetap memilih menjalani latihan intensif dan mengikuti kompetisi internasional terbesar olahraga disabilitas se-Asia Tenggara tersebut.

Meski terpisah jarak, beru biring ini terus memantau kondisi anaknya melalui sambungan telepon dan video call. Dukungan keluarga menjadi kekuatan utama yang menjaga mental dan fokusnya selama bertanding.

“Saya tetap memantau kondisi anak melalui telepon dan video call,” ungkapnya.

Raih Lima Medali, Lampaui Target Pribadi

Pada ASEAN Para Games 2025 Thailand, Aisah tampil gemilang di cabang para catur. Aisah Brahmana sukses meraih tiga medali emas, satu perak, dan satu perunggu, sekaligus melampaui target pribadinya yang awalnya hanya membidik dua emas.

Aisah mengakui persaingan di nomor-nomor yang diikuti tidak mudah. Namun, kerja keras dan ketekunan akhirnya membuahkan hasil.

“Awalnya cukup sulit mengalahkan lawan-lawan. Saya sempat kesulitan mendapatkan emas, tapi berkat perjuangan akhirnya bisa meraih emas dari nomor cepat dan kilat,” tambahnya.

Persaingan Ketat Asia Tenggara

Pelatih para catur Indonesia, Tedy Wiharto, menyebut persaingan di ASEAN Para Games edisi ke-13 ini semakin ketat, terutama dari negara-negara seperti Vietnam dan Filipina. Meski demikian, ia mengapresiasi para atlet yang mampu menjaga konsentrasi di tengah tekanan turnamen.

Ia berharap para atlet, termasuk Aisah, tetap menjaga konsistensi latihan karena sejumlah kejuaraan tunggal dan internasional telah menanti.

Sumbangan Besar untuk Indonesia

Dari ajang ASEAN Para Games 2025 Thailand, cabang para catur Indonesia berhasil menyumbangkan sembilan medali emas, 22 perak, dan tujuh perunggu. Aisah Wijayanti Putri Sembiring Brahmana tercatat sebagai salah satu penyumbang medali terbanyak berkat performanya yang konsisten di berbagai nomor.

Sementara itu, kontingen Indonesia dijadwalkan kembali ke Tanah Air pada Selasa (27/1) melalui penerbangan carter dari Bangkok menuju Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah.

Inspirasi Putri Karo untuk Generasi Muda

Kisah Aisah tidak hanya tentang medali, tetapi juga tentang pengorbanan, keteguhan hati, dan semangat juang seorang putri Karo yang rela meninggalkan buah hati demi mengharumkan nama bangsa. Ia menjadi inspirasi bagi perempuan Indonesia, atlet disabilitas, dan generasi muda Tanah Karo bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi di level internasional.