Iklan Shopee Minimal Rp25 Ribu, Memberatkan Seller? Ini Penjelasan dan Strateginya

Kebijakan minimal anggaran iklan di platform Shopee kembali menjadi perbincangan di kalangan pelaku usaha online, khususnya UMKM. Banyak seller menilai batas minimal Rp25 ribu per hari terasa cukup tinggi, terutama bagi yang masih dalam tahap merintis bisnis.
Namun di balik kebijakan tersebut, terdapat mekanisme sistem iklan digital yang menjadi dasar penetapannya.
Sistem Iklan Shopee Berbasis Lelang
Berbeda dengan promosi biasa, Shopee Ads menggunakan sistem lelang atau bidding, mirip dengan platform periklanan seperti Google Ads.
Dalam sistem ini:
Penjual bersaing untuk mendapatkan posisi tampil di hasil pencarian
Besaran biaya memengaruhi peluang tampil produk
Iklan dengan budget terlalu kecil cenderung kalah bersaing
Artinya, batas minimal Rp25 ribu bukan sekadar angka, tetapi menjadi ambang agar iklan tetap bisa bersaing dan tampil secara optimal.
Algoritma Butuh Data untuk Optimasi
Salah satu alasan utama penetapan budget minimum adalah kebutuhan data oleh algoritma.
Shopee membutuhkan:
jumlah klik (CTR)
tayangan (impressions)
tingkat konversi (conversion rate)
Jika anggaran terlalu kecil:
data tidak cukup
algoritma tidak mampu membaca performa iklan
hasil iklan menjadi tidak optimal
Dengan budget minimal, sistem memiliki cukup data untuk melakukan optimasi otomatis.
Mencegah Spam Iklan di Marketplace
Kebijakan ini juga bertujuan menjaga kualitas ekosistem marketplace.
Tanpa batas minimal:
seller bisa memasang iklan dengan biaya sangat kecil
potensi spam produk meningkat
kualitas pencarian pengguna menurun
Dengan adanya batas anggaran, hanya penjual yang serius dan memiliki strategi yang akan beriklan.
Sumber Pendapatan Platform Digital
Selain biaya transaksi, iklan menjadi salah satu sumber utama pendapatan platform e-commerce.
Model ini juga diterapkan oleh berbagai perusahaan teknologi global, termasuk Google dan Meta.
Dengan demikian, penetapan minimal budget juga berkaitan dengan keberlanjutan model bisnis platform digital.
Dampak ke UMKM Terasa Berat Tapi Masih Rasional
Bagi pelaku UMKM, terutama dengan margin kecil, biaya Rp25 ribu per hari bisa terasa membebani.
Namun jika dihitung:
biaya tersebut masih dalam kategori “biaya uji pasar”
dapat digunakan untuk mengumpulkan data perilaku pembeli
menjadi dasar strategi penjualan jangka panjang
Kunci utamanya bukan pada besar kecilnya biaya, tetapi bagaimana strategi penggunaannya.
Strategi Agar Iklan Shopee Tetap Menguntungkan
Agar tidak merugi, pelaku usaha disarankan menerapkan strategi berikut:
1. Fokus pada Produk Terlaris
Hindari mengiklankan semua produk. Pilih produk yang sudah terbukti memiliki penjualan.
2. Gunakan Kata Kunci Spesifik
Keyword yang terlalu umum cenderung mahal. Gunakan kata kunci panjang (long-tail keyword) untuk menekan biaya klik.
3. Evaluasi dan Matikan Iklan yang Tidak Efektif
Jika iklan tidak menghasilkan penjualan meski sudah banyak klik, segera hentikan untuk menghindari pemborosan.
4. Anggap Iklan sebagai Investasi Data
Biaya iklan bukan sekadar untuk jualan, tetapi juga untuk memahami pasar dan perilaku konsumen.
Kebijakan minimal Rp25 ribu pada iklan Shopee bukan tanpa alasan. Sistem lelang, kebutuhan data algoritma, serta menjaga kualitas marketplace menjadi faktor utama di balik aturan tersebut.
Bagi pelaku usaha, tantangannya bukan pada besar kecilnya biaya, melainkan pada kemampuan menyusun strategi iklan yang efektif dan efisien.