Widget HTML #1

Saham BCA (BBCA) Melonjak 2,32% di Sesi I, Asing Berbalik Aksi Borong

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menguat signifikan pada sesi I perdagangan Jumat, 10 April 2026. Hingga pukul 11.10 WIB, harga saham BCA tercatat di level Rp6.625 atau naik 2,32% dibandingkan penutupan sebelumnya.

Kenaikan ini ditopang oleh tingginya minat beli investor, khususnya dari pelaku pasar besar. Data perdagangan menunjukkan sebanyak 77,57 juta saham BBCA telah ditransaksikan dengan frekuensi mencapai 15.367 kali. Nilai transaksi pun menembus Rp508,3 miliar, mencerminkan likuiditas yang solid pada saham perbankan unggulan tersebut.

Aksi Borong Dorong Harga Naik

Penguatan saham BBCA tidak lepas dari derasnya aksi beli bersih (net buy). Berdasarkan data dari aplikasi Stockbit, saham BCA mencatat net buy sebesar Rp218,4 miliar tertinggi dibandingkan saham lainnya pada sesi perdagangan hari ini.

Lonjakan ini menjadi sinyal kuat bahwa kepercayaan investor mulai pulih setelah tekanan yang terjadi sehari sebelumnya.

Berbalik Arah dari Tekanan Asing

Pada perdagangan Kamis (9/4/2026), saham BBCA sempat mengalami tekanan cukup dalam dengan penurunan 4,07%. Saat itu, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) hingga Rp611,01 miliar.

Pergerakan yang berbalik arah dalam waktu singkat ini menunjukkan dinamika pasar yang tinggi, sekaligus mencerminkan respons cepat investor terhadap sentimen terbaru.

Sentimen Dividen Jadi Pendorong

Salah satu faktor yang turut menopang pergerakan saham BBCA adalah pembagian dividen final tahun buku 2025. PT Bank Central Asia Tbk diketahui telah menyalurkan dividen sebesar Rp34,5 triliun atau Rp281 per saham pada 8 April 2026.

Distribusi dividen jumbo tersebut dinilai menjadi daya tarik tersendiri bagi investor, terutama yang mengincar imbal hasil stabil dari saham perbankan berkapitalisasi besar.

Prospek BBCA Masih Menarik

Dengan fundamental yang kuat, likuiditas tinggi, serta konsistensi dalam memberikan dividen, saham BBCA masih menjadi salah satu pilihan utama investor di pasar modal Indonesia.

Pergerakan positif pada sesi I ini membuka peluang bagi saham BCA untuk melanjutkan tren penguatan, meskipun pelaku pasar tetap mencermati arus dana asing dan kondisi global sebagai faktor penentu arah selanjutnya.