Widget HTML #1

Alwi Grosir ATK Medan

Pusat Grosir Alat Tulis Kantor & Sekolah Terlengkap di Shopee!

Lengkap dengan brand pilihan berkualitas tinggi harga grosir. Klik logo brand atau tombol di bawah ini!

Beli di

Thomas Sinuraya, Putra Karo dari Singgamanik yang Menjadi Tokoh Eksil Politik Indonesia di Moskow

Thomas Sinuraya merupakan salah satu tokoh asal masyarakat Karo, Sumatera Utara, yang memiliki perjalanan hidup menarik dalam sejarah Indonesia. Berasal dari Desa Singgamanik, Kecamatan Munte, Kabupaten Karo, Thomas Sinuraya dikenal sebagai aktivis pergerakan pemuda, mahasiswa Indonesia di Uni Soviet, dan salah satu tokoh penting komunitas eksil politik Indonesia di Moskow setelah peristiwa 1965.

Kisah Thomas Sinuraya bukan sekadar cerita tentang seorang pemuda Karo yang pernah belajar di Moskow. Perjalanan hidup Thomas berkaitan erat dengan sejarah pendidikan Indonesia pada masa Presiden Soekarno, hubungan Indonesia-Uni Soviet, serta perubahan politik yang menyebabkan sejumlah mahasiswa Indonesia di luar negeri kehilangan kesempatan untuk kembali ke tanah air.

Nama Thomas Sinuraya tercatat dalam penelitian akademis David T. Hill berjudul Indonesian Political Exiles in the USSR, yang diterbitkan dalam jurnal Critical Asian Studies, volume 46, nomor 4, tahun 2014.

Penelitian tersebut menjadi salah satu sumber penting untuk memahami perjalanan Thomas Sinuraya. David T. Hill juga menggunakan keterangan keluarga, termasuk wawancara dengan Sulistiadewi Notoprayitno, istri Thomas, serta informasi dan dokumen dari Timur Sinuraya, putra Thomas.

1. Thomas Sinuraya dari Desa Singgamanik, Kabupaten Karo

Thomas Sinuraya lahir pada 6 April 1933 dan berasal dari Desa Singgamanik, Kecamatan Munte, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Nama Thomas Sinuraya tercatat dalam penelitian David T. Hill sebagai bagian dari masyarakat Karo yang memiliki peran dalam pergerakan pemuda dan sejarah politik Indonesia di luar negeri.

Sebelum dikenal dalam sejarah eksil politik Indonesia di Moskow, Thomas Sinuraya telah aktif dalam organisasi kepemudaan dan pelajar. Thomas pernah menjabat sebagai ketua umum cabang Sumatera Utara Ikatan Pemuda Pelajar Indonesia (IPPI).

IPPI merupakan organisasi pemuda dan pelajar yang memiliki peran dalam kehidupan pergerakan nasional setelah kemerdekaan Indonesia.

Jabatan sebagai ketua umum tingkat Sumatera Utara memperlihatkan keterlibatan Thomas Sinuraya dalam aktivitas organisasi sejak usia muda. Pengalaman tersebut kemudian menjadi bekal penting ketika Thomas menjalani kehidupan sebagai mahasiswa Indonesia di luar negeri.

Pada masa setelah kemerdekaan, organisasi pemuda dan pelajar tidak hanya berfungsi sebagai tempat berkumpul. Kegiatan organisasi juga berkaitan dengan pendidikan, nasionalisme, gagasan pembangunan negara, dan dinamika politik Indonesia.

Kemampuan berorganisasi dan berbicara di hadapan publik kemudian menjadi salah satu karakter yang melekat pada Thomas Sinuraya selama berada di Moskow.

Meski demikian, informasi mengenai masa kecil Thomas di Desa Singgamanik, pendidikan awal, nama orang tua, serta kehidupan keluarga sebelum keberangkatan ke Uni Soviet masih membutuhkan penelusuran lebih lanjut.

2. Thomas Sinuraya Berangkat ke Uni Soviet pada 1961

Pada 1961, Thomas Sinuraya telah berada di Uni Soviet untuk melanjutkan pendidikan.

Keberangkatan mahasiswa Indonesia ke Uni Soviet berlangsung ketika hubungan diplomatik Indonesia dan Uni Soviet berkembang semakin erat. Pada masa pemerintahan Presiden Soekarno, Indonesia memperluas kerja sama internasional dalam bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebudayaan.

Uni Soviet menjadi salah satu tujuan penting bagi mahasiswa Indonesia yang ingin mendapatkan pendidikan tinggi di luar negeri.

Pada awal 1960-an, mahasiswa Indonesia tersebar di sejumlah negara sosialis. Bidang studi yang ditempuh mencakup teknik, kedokteran, ilmu sosial, sejarah, bahasa, dan berbagai disiplin ilmu lainnya.

Moskow menjadi salah satu pusat pendidikan dan aktivitas mahasiswa Indonesia di Uni Soviet.

Dalam konteks tersebut, Thomas Sinuraya merupakan bagian dari generasi muda Indonesia yang menjalani pendidikan di luar negeri pada masa Soekarno.

Namun, penelitian David T. Hill belum memberikan keterangan terperinci mengenai nama universitas dan jurusan yang ditempuh Thomas Sinuraya. Karena itu, informasi mengenai Thomas sebagai lulusan teknik atau alumni Universitas Patrice Lumumba masih membutuhkan bukti tambahan.

Fakta yang dapat digunakan berdasarkan penelitian tersebut adalah keberadaan Thomas Sinuraya di Uni Soviet sejak 1961 dan keterlibatannya dalam organisasi masyarakat Indonesia di Moskow.

3. Peristiwa 1965 Mengubah Kehidupan Mahasiswa Indonesia di Moskow

Peristiwa Gerakan 30 September 1965 menjadi titik balik dalam sejarah politik Indonesia.

Perubahan kekuasaan setelah peristiwa tersebut membawa dampak luas terhadap kehidupan politik, sosial, dan pemerintahan Indonesia. Dampak pergolakan politik juga dirasakan warga negara Indonesia yang sedang belajar, bekerja, atau menjalankan tugas di luar negeri.

Mahasiswa Indonesia di Uni Soviet menghadapi situasi yang semakin sulit.

Sebagian mahasiswa memiliki hubungan dengan organisasi politik, sebagian merupakan penerima beasiswa pemerintah, sementara sebagian lainnya aktif dalam organisasi pemuda dan kegiatan politik Indonesia.

Setelah perubahan kekuasaan, pemerintah Indonesia melakukan pemeriksaan terhadap warga negara yang berada di luar negeri. Proses pemeriksaan tersebut dikenal dengan istilah screening.

Pemeriksaan berkaitan dengan sikap politik warga negara Indonesia terhadap peristiwa 1965 dan pemerintahan baru.

Dalam penelitian David T. Hill, terdapat dokumentasi mengenai pengumuman bernomor Peng. 852/R/1966 yang berkaitan dengan status paspor warga negara Indonesia di Uni Soviet.

Dokumen tersebut diperoleh melalui wawancara David T. Hill dengan Sulistiadewi Notoprayitno, istri Thomas Sinuraya, di Belanda pada 28 September 2012.

Hill juga mencatat kesaksian mengenai ketegangan di lingkungan Kedutaan Besar Indonesia di Moskow. Salah satu sumber yang dikutip dalam penelitian tersebut menyebut adanya tekanan dari atase militer agar paspor sejumlah warga Indonesia dinyatakan tidak berlaku.

Bagi mahasiswa dan warga Indonesia yang terkena kebijakan tersebut, persoalannya bukan sekadar kehilangan dokumen perjalanan.

Paspor merupakan dokumen penting untuk kembali ke negara asal. Ketika paspor dinyatakan tidak berlaku, kesempatan untuk pulang ke Indonesia menjadi semakin sulit.

Sebagian warga Indonesia akhirnya menjalani kehidupan di luar negeri dalam ketidakpastian status kewarganegaraan dan hubungan dengan negara asal.

4. Thomas Sinuraya dan Pembentukan Komite Luar Negeri PKI

Salah satu bagian paling penting dalam perjalanan Thomas Sinuraya adalah keterlibatan dalam pembentukan organisasi eksil Indonesia di Moskow.

Setelah 1965, komunitas politik Indonesia di luar negeri tidak berada dalam satu kelompok yang sepenuhnya bersatu.

Perbedaan pandangan mengenai arah perjuangan politik, hubungan dengan Uni Soviet, dan kepemimpinan PKI di luar negeri melahirkan perpecahan.

Dua kelompok besar kemudian berkembang di dua pusat yang berbeda.

Kelompok pertama berada di Beijing, Tiongkok, dengan nama Delegasi Komite Sentral PKI yang dipimpin Jusuf Adjitorop.

Kelompok kedua berkembang di Moskow dan dikenal sebagai Komite Luar Negeri PKI atau Overseas Committee of the Indonesian Communist Party (CL-PKI).

Dalam pembentukan kelompok yang berpusat di Moskow tersebut, Thomas Sinuraya muncul sebagai salah satu tokoh utama.

Menurut penelitian David T. Hill, Thomas Sinuraya bersama sejumlah orang Indonesia yang memiliki pandangan sejalan membangun organisasi yang kemudian dikenal sebagai Komite Luar Negeri PKI.

Anggota organisasi tersebut berasal dari berbagai negara tempat warga Indonesia berada, termasuk Uni Soviet, Vietnam, Cekoslowakia, Hungaria, Bulgaria, dan Jerman Timur.

Keberadaan Komite Luar Negeri PKI memperlihatkan bahwa kehidupan eksil Indonesia setelah 1965 tidak hanya berkaitan dengan persoalan tempat tinggal dan kewarganegaraan.

Para eksil juga berusaha mempertahankan kegiatan politik, komunikasi antarsesama, serta hubungan dengan perkembangan politik di Indonesia.

David T. Hill mencatat bahwa Uni Soviet mengakui Komite Luar Negeri tersebut sebagai salah satu saluran utama yang mewakili komunitas eksil Indonesia di negara itu.

Dengan demikian, Thomas Sinuraya bukan hanya seorang mantan mahasiswa Indonesia di Moskow. Thomas kemudian menjadi organisator yang memiliki pengaruh dalam kehidupan politik komunitas Indonesia di pengasingan.

5. Mengapa Thomas Sinuraya Menolak Ajakan Pindah ke Beijing?

Perpecahan antara kelompok yang berada di Moskow dan Beijing merupakan bagian menarik lainnya dari sejarah eksil Indonesia.

Pada 22 Februari 1966, Jusuf Adjitorop menerima keputusan untuk memimpin Delegasi Komite Sentral PKI di luar negeri yang berpusat di Beijing.

Kelompok tersebut kemudian mengajak kader-kader PKI yang berada di berbagai negara untuk bergabung ke Tiongkok.

Namun, Thomas Sinuraya tidak mengikuti ajakan tersebut.

Menurut David T. Hill, berdasarkan pidato seorang sahabat dekat yang tersimpan dalam dokumen pemakaman Thomas, terdapat dua alasan utama di balik penolakan tersebut.

Pertama, Thomas Sinuraya berpendapat bahwa ketika kelompok mereka sedang menghadapi tekanan dan kesulitan, saat itulah solidaritas perlu dibangun. Thomas tidak ingin meninggalkan orang-orang yang sedang mengalami keadaan serupa.

Kedua, Thomas mempertanyakan keputusan untuk memusatkan kegiatan organisasi di Beijing karena keputusan tersebut berasal dari para pemimpin yang sudah berada di sana, bukan dari tanah air.

Sikap Thomas Sinuraya memperlihatkan adanya pandangan tersendiri mengenai strategi organisasi dan solidaritas di antara para eksil.

Keputusan tersebut tidak dapat dipahami hanya sebagai persoalan memilih Uni Soviet atau Tiongkok. Pertimbangan mengenai kepemimpinan, kepercayaan, dan arah perjuangan kelompok Indonesia di luar negeri juga menjadi bagian dari persoalan tersebut.

Perpecahan ini berlangsung dalam konteks persaingan politik internasional antara Uni Soviet dan Tiongkok yang dikenal sebagai perpecahan Sino-Soviet.

Kedua negara yang sebelumnya berada dalam blok komunis mengalami perbedaan tajam mengenai ideologi dan arah politik internasional. Persaingan tersebut ikut memengaruhi kelompok-kelompok komunis dari berbagai negara, termasuk komunitas eksil Indonesia.

6. Thomas Sinuraya Dikenal sebagai Organisator dan Pembicara yang Kuat

David T. Hill menggambarkan Thomas Sinuraya sebagai seorang organisator yang memiliki energi besar, keteguhan, dan kemampuan berbicara di depan umum.

Dalam penelitian tersebut, Thomas memperoleh reputasi sebagai pengorganisasi yang gigih dan pembicara yang mengesankan.

Karakter tersebut menjadi salah satu alasan Thomas mendapat posisi penting di antara komunitas Indonesia yang berada di Moskow.

Menariknya, Thomas Sinuraya tidak pernah secara resmi dipilih melalui pemungutan suara sebagai pemimpin Komite Luar Negeri PKI.

Namun, sebagai penggagas pembentukan organisasi tersebut, Thomas diterima secara spontan oleh orang-orang yang terlibat sebagai salah satu tokoh utama kelompok.

Organisasi tersebut telah menjalankan aktivitas selama beberapa tahun sebelum nama Komite Luar Negeri diformalkan pada 23 Mei 1969.

Tanggal tersebut bertepatan dengan peringatan ke-49 berdirinya PKI.

Informasi ini memperlihatkan bahwa pembentukan organisasi eksil Indonesia di Moskow berlangsung melalui proses yang panjang. Ada tahap pengumpulan anggota, pembentukan jaringan, dan penguatan organisasi sebelum akhirnya memiliki nama serta struktur yang lebih formal.

Thomas Sinuraya menjadi salah satu figur penting dalam proses tersebut.

7. Kehidupan Keluarga Thomas Sinuraya di Tengah Pengasingan

Di balik aktivitas organisasi dan politik, Thomas Sinuraya juga membangun kehidupan pribadi di luar Indonesia.

Salah satu sumber penting yang digunakan David T. Hill adalah wawancara dengan Sulistiadewi Notoprayitno, istri Thomas Sinuraya, pada 28 September 2012 di Belanda.

David T. Hill juga menyampaikan penghargaan kepada Timur Sinuraya, putra Thomas, yang memberikan keterangan mengenai kehidupan ayahnya serta dokumen dan foto berkaitan dengan kegiatan Komite Luar Negeri di Moskow dan Belanda.

Keterangan keluarga memiliki nilai penting karena sebagian sejarah eksil Indonesia tidak tersimpan secara lengkap dalam arsip resmi negara.

Banyak informasi justru bertahan melalui dokumen pribadi, foto, surat, catatan organisasi, serta kesaksian keluarga.

Dalam kasus Thomas Sinuraya, dokumen yang diberikan keluarga membantu peneliti memahami kegiatan politik sekaligus kehidupan orang-orang yang menjalani pengasingan selama puluhan tahun.

Namun, informasi mengenai hubungan Thomas dengan keluarga besar di Desa Singgamanik, komunikasi dengan kerabat di kampung halaman, dan perjalanan keluarganya masih membutuhkan penelusuran lebih lanjut.

8. Thomas Sinuraya Menghabiskan Akhir Hidup di Belanda

Kehidupan para eksil Indonesia tidak selalu berakhir di negara tempat mereka pertama kali mengungsi atau kehilangan kemampuan untuk pulang.

Perubahan politik internasional, kondisi ekonomi, dan perkembangan Uni Soviet turut memengaruhi masa depan komunitas Indonesia di luar negeri.

Setelah Uni Soviet bubar pada Desember 1991, kehidupan masyarakat Indonesia yang telah lama tinggal di negara tersebut kembali menghadapi perubahan besar.

Sebagian eksil kemudian mencari tempat tinggal baru di negara lain, termasuk sejumlah negara Eropa Barat.

Thomas Sinuraya menghabiskan bagian akhir kehidupannya di Belanda.

Menurut data biografis yang dicatat David T. Hill, Thomas meninggal dunia di Velserbroek, Belanda, pada 6 Juni 2000.

Thomas Sinuraya meninggal pada usia 67 tahun.

Kepergian Thomas menutup perjalanan hidup seorang putra Karo yang pernah menjadi bagian dari pergerakan pemuda di Sumatera Utara, menempuh pendidikan di Uni Soviet, dan kemudian terlibat dalam organisasi masyarakat Indonesia di pengasingan.

Penelitian David T. Hill juga mencatat sebuah pidato kenangan berjudul In Memoriam Thomas Sinuraya, yang ditulis oleh Suhaemi dan termasuk dalam dokumen pemakaman Thomas.

Dokumen tersebut memiliki nilai sejarah karena dapat memberikan gambaran mengenai bagaimana orang-orang terdekat mengenang perjalanan hidup Thomas Sinuraya.

9. Arti Penting Thomas Sinuraya dalam Sejarah Masyarakat Karo

Nama Thomas Sinuraya memiliki arti penting dalam upaya mendokumentasikan keterlibatan orang Karo dalam sejarah nasional dan internasional.

Penulisan sejarah lokal selama ini sering berpusat pada tokoh pemerintahan, perjuangan bersenjata, adat, dan perkembangan wilayah.

Padahal, ada pula orang Karo yang terlibat dalam pergerakan pemuda, pendidikan internasional, organisasi politik, dan kehidupan masyarakat Indonesia di luar negeri.

Thomas Sinuraya merupakan salah satu tokoh yang perjalanan hidupnya dapat ditelusuri melalui sumber akademis.

Perjalanan Thomas memperlihatkan bahwa hubungan masyarakat Karo dengan dunia internasional telah berlangsung jauh sebelum era globalisasi modern.

Seorang pemuda asal Desa Singgamanik, Kecamatan Munte, Kabupaten Karo, dapat melanjutkan pendidikan ke Uni Soviet, berinteraksi dengan masyarakat internasional, serta terlibat dalam dinamika politik yang melampaui batas negara.

Namun, kisah Thomas juga mengingatkan bahwa sejarah tidak selalu berjalan sesuai harapan.

Generasi muda yang dahulu berangkat untuk menuntut ilmu dan membangun masa depan Indonesia justru menghadapi kenyataan politik yang membuat sebagian dari mereka tidak dapat kembali ke tanah air.

Sebagian kemudian menjalani kehidupan panjang di luar negeri, membawa identitas Indonesia dan kenangan tentang kampung halaman.

Bagi masyarakat Karo, mendokumentasikan perjalanan Thomas Sinuraya bukan berarti harus mengabaikan pilihan politik yang pernah diambilnya. Sejarah perlu disampaikan secara jujur, termasuk organisasi yang diikutinya, pandangan politiknya, konflik yang dihadapi, dan kondisi yang membentuk perjalanan hidupnya.

Dengan cara tersebut, Thomas Sinuraya dapat dikenang sebagai bagian dari sejarah masyarakat Karo sekaligus sejarah Indonesia yang lebih luas.

Thomas Sinuraya meninggal dunia di Belanda pada 6 Juni 2000. Namun, perjalanan hidup Thomas masih menyisakan sejumlah pertanyaan yang layak ditelusuri.

Bagaimana masa kecil Thomas di Desa Singgamanik? Siapa keluarga yang ditinggalkan ketika berangkat ke Uni Soviet? Di mana Thomas menempuh pendidikan tinggi? Bagaimana hubungan Thomas dengan masyarakat Karo setelah puluhan tahun tinggal di luar negeri?

Pertanyaan tersebut membutuhkan penelitian lebih lanjut, terutama melalui arsip keluarga, dokumen pendidikan, surat-surat pribadi, dan kesaksian orang-orang yang mengenal Thomas Sinuraya.

Penelitian David T. Hill telah memberikan dasar penting untuk mengenal perjalanan hidup Thomas. Namun, masih terbuka ruang untuk menggali sisi kehidupan Thomas yang belum banyak diketahui masyarakat.

Kisah Thomas Sinuraya layak menjadi bagian dari dokumentasi sejarah Tanah Karo. Bukan semata-mata karena pernah tinggal di Moskow atau menjadi tokoh organisasi politik, melainkan karena perjalanan hidup Thomas memperlihatkan bagaimana sejarah nasional dan pergolakan dunia dapat mengubah nasib seorang putra daerah hingga terpisah jauh dari tanah kelahirannya.

Sumber dan Referensi

  1. David T. Hill, 2014. Indonesian Political Exiles in the USSR. Critical Asian Studies, Volume 46, Issue 4, halaman 621–648. https://doi.org/10.1080/14672715.2014.960710.

  2. David T. Hill, 2010. Indonesia’s Exiled Left as the Cold War Thaws. RIMA, Review of Indonesian and Malaysian Affairs, Volume 44, Nomor 1, halaman 21–51.

  3. Wawancara David T. Hill dengan Sulistiadewi Notoprayitno, istri Thomas Sinuraya, di Haarlem, Belanda, 28 September 2012.

  4. Keterangan dan dokumen dari Timur Sinuraya, putra Thomas Sinuraya, yang digunakan David T. Hill dalam penelitian tahun 2014.

  5. Dokumen In Memoriam Thomas Sinuraya, pidato kenangan yang ditulis Suhaemi dan termasuk dalam dokumen pemakaman Thomas.

Catatan redaksi

Artikel ini mengutamakan informasi yang dapat ditelusuri melalui penelitian akademis. Riwayat pendidikan, kehidupan keluarga di Desa Singgamanik, serta detail perjalanan Thomas sebelum dan sesudah tinggal di Moskow masih membutuhkan sumber tambahan.

🔥Flash Sale
02 : 45 : 30
Lihat Katalog →
Memuat produk promo...