Profil Ramona Purba: Perjalanan Musisi Legendaris Indonesia yang Dijuluki “Stevie Wonder Indonesia”

Ramona Novarof Purba (lahir 12 Maret 1964) merupakan penyanyi dan pemusik Indonesia yang dikenal luas sejak era 1980-an. Nama Ramona Purba melejit lewat lagu populer seperti Terlena dan Jalan Sore-Sore, yang hingga kini masih dikenang penikmat musik lawas. Julukan “Stevie Wonder Indonesia” melekat sejak awal kemunculan berkat kemampuan musikalitas yang kuat serta karakter vokal yang khas.
Awal Karier dan Perjalanan Musik
Karier musik Ramona Purba dimulai pada akhir dekade 1970-an saat tampil di stasiun televisi nasional TVRI bersama grup vokal Rudang. Grup tersebut dikenal membawakan lagu-lagu daerah Karo dari Sumatera Utara. Dalam formasi ini, Ramona berperan sebagai vokalis sekaligus gitaris, sebuah kombinasi yang jarang ditemukan pada masa itu.
Penampilan di televisi nasional menjadi titik awal popularitas. Gaya vokal dengan nuansa cengkok khas Karo serta permainan gitar akustik yang kuat berhasil menarik perhatian publik. Kemampuan memainkan gitar dengan tangan kiri (kidal) turut menjadi ciri unik yang memperkuat identitas musikal.
Setelah aktivitas grup Rudang mulai vakum akibat kesibukan masing-masing anggota, langkah solo menjadi pilihan yang justru membuka jalan menuju puncak karier. Dalam fase ini, sejumlah karya berhasil meraih popularitas, terutama lagu Terlena yang menjadi salah satu ikon musik Indonesia era 80-an.
Kolaborasi dan Eksplorasi Genre
Selain berkarier sebagai solois, Ramona Purba juga sempat terlibat sebagai vokalis tamu dalam grup jazz legendaris Karimata pada periode 1985–1991. Keterlibatan ini menunjukkan fleksibilitas dalam menjelajahi berbagai genre musik.
Pada tahun 1989, kontribusi juga tercatat dalam album kompilasi 10 Vokalis Utama Bintang Khatulistiwa melalui lagu berjudul Buah Cinta. Tidak hanya terbatas pada pop, eksplorasi musik mencakup dangdut hingga jazz, menjadikan nama Ramona dikenal sebagai musisi dengan spektrum luas.
Dalam perjalanan karier, tercatat lebih dari 12 album telah dihasilkan. Beberapa di antaranya seperti Gejolak Jiwa dan Naluri sempat mendapatkan respons positif di kalangan anak muda pada masanya, meskipun tidak sepopuler Terlena.
Kemampuan Musik dan Perkembangan Artistik
Kemampuan musik Ramona Purba berkembang pesat sejak muda. Pembelajaran gitar dilakukan secara formal di Medan dan mampu diselesaikan dalam waktu relatif singkat. Sementara itu, kemampuan bermain piano berkembang secara otodidak dengan mengandalkan ketajaman pendengaran dan insting musikal.
Seiring waktu, fokus permainan musik bergeser dari gitar ke piano dan keyboard. Adaptasi tersebut memperlihatkan kedalaman musikalitas serta kemauan untuk terus berkembang mengikuti dinamika industri musik.
Di luar panggung hiburan, aktivitas Ramona Purba juga mencakup pelayanan musik gereja. Peran sebagai organis dijalankan di lingkungan Gereja Batak Karo Protestan (GBKP), khususnya di wilayah Bekasi. Proses rekaman musik dilakukan secara mandiri di studio pribadi, mencerminkan kemandirian dalam berkarya.
Keinginan untuk menggelar konser tetap ada, meskipun tantangan seperti penyesuaian konsep dengan selera generasi muda menjadi pertimbangan penting. Fokus utama tetap pada kualitas karya dibandingkan aspek komersial semata.
Kehidupan Pribadi
Ramona Purba lahir dari pasangan R. Karo-Karo Purba dan R. br Ginting Munthe. Kehidupan keluarga dijalani bersama pasangan Surianjani beru Bangun. Dari pernikahan tersebut, terdapat tiga anak: George Jericho Novarof, Nada Fikalo Elistra, dan Yemima Yorifa.
Dalam kehidupan keluarga, pendidikan menjadi prioritas utama. Pilihan karier anak-anak sepenuhnya diserahkan pada minat dan bakat masing-masing, tanpa tekanan untuk mengikuti jejak di dunia musik.
Nama Ramona Purba tetap memiliki tempat dalam sejarah musik Indonesia, khususnya dalam memperkenalkan nuansa musik Karo ke ranah nasional. Konsistensi dalam berkarya, kemampuan lintas genre, serta karakter musikal yang kuat menjadikan sosok ini sebagai salah satu musisi berpengaruh dari Sumatera Utara.
Karya-karya yang dihasilkan tidak hanya menjadi bagian dari nostalgia, tetapi juga menjadi referensi penting dalam perkembangan musik daerah dan nasional.