Profil Gusti Terkelin Surbakti: Dari Perwira TNI ke Pengusaha Transportasi, Pendiri Lorena Group yang Sukses Melantai di Bursa

Nama Gusti Terkelin Soerbakti atau yang dikenal sebagai GT Soerbakti merupakan salah satu figur penting dalam industri transportasi darat Indonesia. Berawal dari karier militer di TNI Angkatan Darat, perjalanan hidup GT Soerbakti berkembang menjadi kisah sukses di dunia bisnis hingga mendirikan Lorena Group.

Perjalanan tersebut tidak instan. Dibutuhkan keberanian, strategi, dan pengorbanan besar untuk membangun usaha dari nol hingga menjadi perusahaan terbuka di pasar modal.

Awal Karier Militer dan Keputusan Berbisnis

Karier Gusti Terkelin Soerbakti dimulai saat masuk Akademi Militer Nasional pada tahun 1959 dan lulus pada 1962. Setelah itu, penugasan sebagai Perwira Zeni di TNI Angkatan Darat menjadi fondasi disiplin dan kepemimpinan.

Memasuki awal 1970-an, keputusan besar diambil. Saat masih aktif sebagai Kapten Zeni, langkah berani dilakukan dengan merintis usaha transportasi. Keterbatasan modal tidak menjadi penghalang.

Dengan menjaminkan aset pribadi berupa rumah dan tanah, pinjaman bank digunakan untuk membeli dua unit bus Mercedes-Benz bus.

Rute pertama yang dilayani adalah:

  • Jakarta – Bogor (PP) melalui Parung

Dari titik sederhana tersebut, fondasi bisnis transportasi mulai dibangun.

Lahirnya PT Eka Sari Lorena Transport Tbk

Usaha yang dirintis sejak 1970 berkembang menjadi perusahaan resmi pada 1989 dengan nama PT Eka Sari Lorena Transport Tbk.

Dalam perkembangannya, perusahaan ini:

  • Mengelola lebih dari 500 armada bus

  • Melayani rute antar kota dan antar provinsi

  • Beroperasi di Sumatera, Jawa, hingga Bali

Tidak hanya transportasi penumpang, Lorena Group juga melakukan diversifikasi bisnis ke berbagai sektor strategis.

Ekspansi Bisnis: Dari Logistik hingga Perkebunan

Di bawah kepemimpinan Gusti Terkelin Soerbakti, Lorena Group berkembang ke berbagai lini usaha:

  • ESL Express (jasa pengiriman/logistik)

  • Sari Lorena (jasa penyewaan kendaraan)

  • Lorena Air (maskapai penerbangan, meski sempat terhenti regulasi)

  • KSJ (perkebunan kelapa sawit)

Diversifikasi ini menjadi strategi penting dalam memperkuat ketahanan bisnis di tengah persaingan industri transportasi.

Melantai di Bursa: Langkah Besar di Pasar Modal

Tonggak penting terjadi ketika PT Eka Sari Lorena Transport Tbk resmi melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) di Bursa Efek Indonesia pada 15 April 2014.

Detail IPO:

  • Saham ditawarkan: 150 juta lembar

  • Harga penawaran: Rp900 per saham

  • Dana yang dihimpun: Rp135 miliar

  • Total saham terdaftar: 350 juta lembar

Langkah ini menandai transformasi dari bisnis keluarga menjadi perusahaan terbuka yang transparan dan terstruktur.

Kehidupan Pribadi

Dalam kehidupan keluarga, Gusti Terkelin Soerbakti menikah dengan almarhumah Karyani Kumpul Sembiring.

Dari pernikahan tersebut lahir tiga anak:

  • Eka Sari Lorena Soerbakti

  • Dwi Ryanta Soerbakti

  • Trihayu Mitra Karina Soerbakti

Nama keluarga juga menjadi bagian dari identitas bisnis, terlihat dari penggunaan nama “Lorena” dalam perusahaan.

Model Pengusaha Militer yang Berhasil

Kisah GT Soerbakti mencerminkan pola klasik namun kuat:

  • disiplin militer → eksekusi bisnis

  • keberanian mengambil risiko → leverage aset pribadi

  • ekspansi bertahap → diversifikasi usaha

Strategi seperti ini masih relevan dalam dunia bisnis modern, terutama bagi pelaku usaha yang ingin berkembang dari skala kecil ke korporasi.

Perjalanan Gusti Terkelin Soerbakti bukan sekadar cerita sukses bisnis, tetapi juga gambaran bagaimana keberanian dan konsistensi mampu mengubah keterbatasan menjadi peluang.

Dari dua unit bus hingga ratusan armada dan perusahaan terbuka di Bursa Efek Indonesia, Lorena Group menjadi bukti bahwa fondasi yang kuat dapat membawa bisnis bertahan lintas generasi.