Saham INET Melejit

Harga saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) terus menunjukkan tren penguatan signifikan. Meski telah mencetak kenaikan tajam, minat investor masih tinggi, dan sejumlah sekuritas mulai merilis rekomendasi serta target harga terbaru untuk saham teknologi tersebut.

Sebagai pemain yang fokus pada infrastruktur digital B2B, INET telah melayani lebih dari 200 Internet Service Provider (ISP) dari total sekitar 1.500 ISP yang beroperasi di Indonesia. Layanan utama yang ditawarkan antara lain interconnection, colocation, local loop, serta network access provider (NAP) melalui berbagai kemitraan strategis.

Saat ini, INET telah memiliki 13 points of presence (POP) yang tersebar di beberapa kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Balikpapan, Medan, Lampung, dan satu POP tambahan di Singapura.

Rights Issue Jadi Magnet Investor

Menurut analisis dari MNC Sekuritas, sentimen terbesar yang mendorong reli saham INET adalah rencana rights issue senilai Rp 3,2 triliun. Dana ini akan digunakan untuk ekspansi jaringan kabel bawah laut dan fiber-to-the-home (FTTH), yang menjadi fokus pertumbuhan perusahaan dalam beberapa tahun ke depan.

Prediksi Pertumbuhan INET: Laba Melejit pada 2026

MNC Sekuritas memproyeksikan pertumbuhan kinerja INET akan meningkat signifikan pada 2026. Beberapa proyeksi utamanya antara lain:

Parameter Estimasi 2025 Proyeksi 2026
Laba Bersih - Rp 281,7 miliar
Net Profit Margin (NPM) - 30,7%
EBITDA Rp 20,2 miliar (estimasi) Rp 339,4 miliar
EBITDA Margin - 37%

Faktor pendorong kenaikan kinerja ini berasal dari:

  • Efisiensi biaya operasional

  • Pertumbuhan pendapatan dari ekspansi jaringan

  • Struktur utang yang sangat rendah sehingga beban bunga hampir tidak ada

MNC Sekuritas menilai kondisi ini memperkuat fundamental bottom line dan memberi potensi nilai tambah bagi investor jangka panjang.