Tentakel Bisnis Prajogo Pangestu Makin Lebar, CUAN Genjot Ekspansi Lewat Rentetan Akuisisi

PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), emiten yang berada di bawah naungan konglomerat Prajogo Pangestu, terus memperluas lini usahanya. Tidak hanya di tambang batu bara, emas, dan perak, CUAN kini agresif masuk ke sektor energi hingga layanan migas lepas pantai lewat serangkaian aksi akuisisi strategis.
Melalui anak usaha PT Volta Daya Energi Indonesia (VDEI), CUAN merampungkan akuisisi 90% saham PT Guna Darma Integra (GDI). Perusahaan ini akan membangun pembangkit listrik berkapasitas 680 MW di kawasan industri Feni Haltim (FHT) Industrial Park, Halmahera Timur—salah satu pusat pengembangan rantai pasok baterai kendaraan listrik di Indonesia Timur. Proyek tersebut bernilai sekitar US$ 600 juta dengan masa pembangunan 28 bulan dan diprediksi memberikan kontribusi optimal pada 2028.
Tak berhenti sampai di situ, CUAN juga mengakuisisi Grup HBS, perusahaan jasa pertambangan dan konstruksi berbasis di Papua Nugini. Grup ini menangani proyek-proyek besar milik Newmont, St Barbara, serta Harmony Gold, dengan potensi pendapatan US$ 83 juta dan EBITDA US$ 25 juta pada 2026.
Aksi akuisisi lainnya dilakukan terhadap Grup Hafar, penyedia jasa EPCI minyak dan gas lepas pantai yang memiliki armada kapal sendiri. Perusahaan ini menjadi vendor beberapa pemain penting energi seperti Pertamina, Petronas, dan Freeport. Pada 2026, Grup Hafar diproyeksikan membukukan pendapatan US$ 83 juta dengan EBITDA US$ 28 juta.
Sebelumnya, CUAN telah menjadi pengendali PT Petrosea Tbk (PTRO) sejak 2024 dan kini memegang 45,31% saham perusahaan tersebut.
Di sektor tambang batu bara, CUAN menguasai berbagai anak usaha, di antaranya PT Tamtama Perkasa, PT Multi Tambangjaya Utama, PT Borneo Bangun Banua, PT Intan Bumi Persada, PT Cristian Eka Pratama, PT Bara International, PT Daya Bumindo Karunia, hingga PT Silika Salut Jaya. Total cadangan batu bara yang dimiliki Grup CUAN mencapai 228,29 juta ton dan total sumber daya 620,36 juta ton.
Saham Diburu Investor
Kinerja ekspansi tersebut terefleksi pada pergerakan harga saham. Hingga perdagangan Jumat (7/11/2025), saham CUAN menguat 8% ke level Rp 2.290. Secara mingguan naik 13,9%, dalam sebulan terbang 28,6%, dan sejak awal tahun melonjak lebih dari 100%.
Kiwoom Sekuritas menilai diversifikasi bisnis menjadi katalis positif CUAN ke depan, ditambah masuknya saham perusahaan ke dalam indeks MSCI yang meningkatkan minat investor global.
Dalam risetnya, analis Kiwoom mematok nilai wajar saham CUAN di level Rp 1.790 menggunakan pendekatan blended valuation. Pada skenario optimistis, harga wajar ditaksir mencapai Rp 2.350.