Aksi Borong Komisaris Jadi Sinyal Positif, Saham CDIA Berpeluang Menuju Level 2.000

Aksi Komisaris PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) Erwin Ciputra yang memborong saham perseroan dinilai menjadi sinyal positif bagi pergerakan saham CDIA ke depan. Langkah tersebut membuka peluang penguatan lanjutan, bahkan menuju level psikologis 2.000 dalam jangka menengah.

Berdasarkan keterbukaan informasi, Erwin Ciputra membeli sebanyak 2,3 juta saham CDIA pada Kamis (29/1/2026) dengan nilai transaksi sekitar Rp 2,7 miliar. Harga rata-rata pembelian berada di kisaran Rp 1.167 per saham. Sebelum transaksi ini, Erwin belum tercatat memiliki saham CDIA, sehingga aksi tersebut mencerminkan kepemilikan baru.

Langkah komisaris memborong saham terjadi di tengah kondisi pasar yang masih bergejolak. Sehari sebelumnya, saham CDIA sempat terkoreksi hingga 15 persen seiring anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun, pada penutupan perdagangan 29 Januari, saham CDIA berhasil bangkit dan ditutup menguat 3,78 persen ke level Rp 1.235.

Sinyal Insider Buying

Aksi pembelian saham oleh orang dalam atau insider buying kerap dipandang sebagai sinyal kepercayaan terhadap prospek perusahaan. Komisaris dan direksi dinilai memiliki pemahaman lebih mendalam terhadap kondisi fundamental dan rencana bisnis perseroan.

Dalam konteks CDIA, pembelian saham oleh Erwin Ciputra dari posisi nol kepemilikan menjadi perhatian pasar. Langkah ini menunjukkan keyakinan bahwa harga saham saat ini masih berada di level menarik, terutama setelah koreksi tajam yang lebih dipicu sentimen pasar secara umum.

Support Kuat di Area 1.150–1.200

Harga rata-rata pembelian komisaris di kisaran Rp 1.167 juga berpotensi membentuk area support psikologis bagi saham CDIA. Secara historis, harga beli orang dalam sering menjadi acuan bagi investor ritel dan institusi dalam menilai batas bawah kewajaran harga saham.

Selama saham CDIA mampu bertahan di area 1.150–1.200, struktur pergerakan harga dinilai masih sehat dan membuka ruang untuk rebound lanjutan.

Peluang Rebound Menuju 2.000

Secara teknikal, koreksi sebelumnya dinilai lebih menyerupai panic selling ketimbang distribusi jangka panjang. Rebound yang relatif cepat setelah penurunan tajam mengindikasikan mulai masuknya minat beli baru.

Dengan pola tersebut, target penguatan bertahap menuju area 1.600 hingga 1.800 menjadi realistis. Jika sentimen pasar membaik dan tidak ada tekanan eksternal signifikan, level 2.000 dinilai sebagai target psikologis yang wajar untuk dicapai dalam jangka menengah.

Selain itu, CDIA berada dalam ekosistem grup usaha besar milik Prajogo Pangestu yang selama ini dikenal mendapatkan valuasi premium di pasar modal. Faktor ini turut memperkuat optimisme investor terhadap prospek saham perseroan.

Aksi borong saham oleh Komisaris CDIA Erwin Ciputra menjadi katalis positif yang memperkuat sentimen pasar. Dengan dukungan insider buying, struktur harga yang mulai stabil, serta potensi pemulihan pasar secara keseluruhan, saham CDIA dinilai memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan menuju level 2.000 secara bertahap.

Meski demikian, investor tetap diimbau mencermati dinamika pasar dan manajemen risiko, mengingat volatilitas masih berpotensi terjadi dalam jangka pendek.