Widget HTML #1

Toco.id Diserbu 150 Ribu Penjual, Marketplace Tanpa Biaya Admin Jadi Sorotan Nasional

Lanskap e-commerce nasional mulai mengalami pergeseran. Platform baru, Toco.id, mencatat lonjakan signifikan jumlah penjual hanya dalam waktu singkat sejak diluncurkan pada Agustus 2024.

Hingga akhir Juni 2025, jumlah penjual aktif di platform tersebut telah menembus angka 150 ribu seller, dengan total produk yang dipasarkan mencapai lebih dari satu juta item dari berbagai kategori.

Pertumbuhan Pesat dalam Waktu Singkat

Lonjakan jumlah penjual di Toco.id terjadi secara cepat dan relatif organik. Dalam kurun waktu tiga pekan sejak awal Juni 2025, jumlah seller meningkat dari ratusan menjadi sekitar 45 ribu, sebelum akhirnya melonjak tajam di akhir bulan.

Pendiri sekaligus CEO Toco.id, Arnold Sebastian Egg, menyatakan bahwa pertumbuhan tersebut di luar perkiraan awal perusahaan.

Kebijakan Tanpa Biaya Admin Jadi Daya Tarik

Salah satu faktor utama yang mendorong migrasi penjual adalah kebijakan tanpa biaya admin yang diterapkan platform ini.

Berbeda dengan marketplace pada umumnya, Toco.id tidak memotong komisi dari penjualan. Sebagai gantinya, platform hanya menerapkan biaya tetap sebesar Rp2.000 per transaksi.

Skema ini dinilai lebih ringan dibandingkan potongan komisi di marketplace besar yang dapat mencapai dua digit persentase.

Perpindahan Seller dari Marketplace Besar

Sejumlah pelaku usaha, termasuk dari sektor UMKM, mulai beralih dari platform besar seperti Shopee, Tokopedia, dan Lazada.

Beberapa alasan yang disampaikan pelaku usaha antara lain:

  • Tingginya biaya admin

  • Beban ongkos kirim yang meningkat

  • Sistem retur yang dinilai merugikan

  • Skema pembayaran COD yang berisiko

Kondisi ini mendorong penjual mencari alternatif platform yang lebih menguntungkan secara bisnis.

Pendekatan Berbasis Komunitas

Selain kebijakan biaya, Toco.id juga menawarkan pendekatan berbasis komunitas.

Platform ini menyediakan:

  • Layanan pelanggan yang responsif dan ditangani langsung oleh manusia

  • Interaksi aktif antara penjual dan pembeli

  • Dukungan bagi pelaku usaha pemula

Model ini membuka peluang bagi berbagai kalangan mulai dari UMKM, mahasiswa, hingga pekerja lepas—untuk memulai usaha tanpa hambatan biaya besar.

Berpotensi Ubah Peta Persaingan E-commerce

Kemunculan Toco.id dinilai berpotensi mengubah dinamika persaingan industri e-commerce di Indonesia.

Dengan model bisnis yang menekan biaya bagi penjual, platform ini dapat menjadi alternatif baru di tengah dominasi pemain lama.

Pengamat menilai, jika tren pertumbuhan ini berlanjut, maka akan terjadi pergeseran preferensi penjual dalam memilih marketplace.

Lonjakan pengguna Toco.id mencerminkan adanya kebutuhan baru di kalangan pelaku usaha, terutama terkait efisiensi biaya dan keberlanjutan bisnis.

Di tengah persaingan ketat industri e-commerce nasional, kehadiran platform dengan skema biaya rendah menjadi faktor yang semakin diperhitungkan oleh pelaku pasar.